UMY Teliti Efek Psikologis terhadap Infertilitas Pria Berat

Efek Psikologis pada Pasien dengan Infertility Derajat Berat dengan Kelainan Mikroddelesi Y di Klinik Andrology Medical Center Yogyakarta. - Istimewa
25 September 2021 17:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Alfun Dhiya An, dosen Program Studi Kedokteran FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan penelitian bertema Efek Psikologis pada Pasien dengan Infertility Derajat Berat dengan Kelainan Mikroddelesi Y di Klinik Andrology Medical Center Yogyakarta.

Pengabdian dilakukan berdasarkan kerjasama dengan RSUD Asri Medical Center Yogyakarta sebagai penyedia tempat dan responden. Penelitian ini merupakan penelitian observasional untuk mengumpulkan data tentang pengaruh psikologis mikrodelesi kromosom Y pada pria infertil dengan non obstructive azoospermia (NOA) dan oligoasthenoteratozoospermia (AOT) sesuai pedoman WHO untuk analisis semen yang mengunjungi poliklinik andrologi RSU AMC umum antara bulan Juli. dan Desember 2021.

Penelitian diikuti oleh total 80 pria dengan kriptorkismus bilateral dan unilateral, serta 40 pria normal tanpa kriptorkismus dengan rincian yaitu 40 pria dalam kelompok kriptorkismus bilateral, 40 pria lainnya pada kelompok kriptorkismus unilateral, serta 40 pria normal tanpa kriptorkismus akan dikelompokan sebagai kelompok kontrol.

“120 pria dengan rincian 40 pria dalam kelompok kriptorkismus bilateral, 40 pria lainnya pada kelompok kriptorkismus unilateral, serta 40 pria normal tanpa kriptorkismus,” kata  Alfun Dhiya An

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data tentang efek psikologis dan dapat membuat proses konseling yang berkontribusi terhadap infertilitas pria berat dengan azoospermia  non-obstruktif (NOA) dan oligoasthenoteratozoospermia (AOT) di poliklinik andrologi RSUD Asri Medical Center Yogyakarta.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional untuk mengumpulkan data tentang pengaruh psikologis mikrodelesi kromosom Y pada pria infertil dengan non obstructive azoospermia (NOA) dan oligoasthenoteratozoospermia (AOT) sesuai pedoman WHO untuk analisis semen yang mengunjungi poliklinik andrologi RSU AMC umum antara bulan Juli. dan Desember 2021. Penelitian diikuti oleh 80 pria dengan kriptorkismus bilateral dan unilateral, serta 40 pria normal tanpa kriptorkismus.  Metode yang digunakan adalah kuisioner untuk pasien mikrodelesi. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data tentang efek psikologis dan dapat membuat proses konseling yang berkontribusi terhadap infertilitas pria berat dengan azoospermia  non-obstruktif (NOA) dan oligoasthenoteratozoospermia (AOT) di poliklinik andrologi RSUD Asri Medical Center Yogyakarta. Output yang akan dihasilkan adalah penerbitan jurnal bersama di Indonesian Journal of Urology. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua kelompok dengan teknologi reproduksi menggunakan IUI tidak menunjukan perbedaan yang signifikan dengan nilai p masing-masing kelompok > 0,05. Sedangkan pada teknologi reproduksi menggunakan IVF, analisis menunjukan bahwa  kelompok pria kriptorkismus bilateral dan kelompok kontrol juga tidak secara signifikan meningkatkan angka pria menjadi seorang ayah dengan nilai p value > 0,05 sedangkan pada kelompok unilateral menunjukan adanya perbedaan signifikan dengan nilai p yaitu 0,038 (p<0,005).

“Kegiatan ini dianggap memiliki manfaat yaitu dapat membuat proses konseling yang berkontribusi terhadap infertilitas pria berat dengan azoospermia  non-obstruktif (NOA) dan oligoasthenoteratozoospermia (AOT) di poliklinik andrologi RSUD Asri Medical Center Yogyakarta,” kata Alfun Dhiya An. (ADV)