Petani Salak Dilatih Pemasaran Digital

Kelompok mahasiswa KKN 154 dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di bawah dampingan salah satu dosen Diah Setyawati Dewanti, M.Sc., PhD. - Istimewal
11 September 2021 13:57 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Produk pertanian salak di Sleman menjadi salah satu produk andalan oleh-oleh yang banyak dicari oleh wisatawan lokal dan mancanegara. 

Buah salak dari Sleman merupakan produk pertanian yang memiliki kerentanan dalam penyimpanan. Oleh karena itu, produk olahan buah salak memberikan nilai tambah bagi petani salak. 

Selama pandemi Covid-19, pemberlakuan PPKM menurunkan omzet bagi kelompok tani Salak dikarenakan turunnya wisatawan. Oleh karena itu, kelompok mahasiswa KKN 154 dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di bawah dampingan salah satu dosen Diah Setyawati Dewanti, M.Sc., PhD yang merupakan dosen dari Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis membantu mendampingi kelompok tani produk salak untuk dapat memasarkan produknya secara online. 

"Beberapa kegiatan telah dilaksanakan berupa pelatihan pemasaran digital bagi kelompok tani dan kelompok usaha produk olahan salak," kata Diah.

Pendampingan ini dilakukan secara terus menerus sejak Februari 2021 hingga sekarang. Diawali dengan mengubah kemasan produk menjadi lebih ringkas dan menarik untuk dipasarkan. Pembuatan aplikasi pemasaran online dilakukan sejak bulan Maret dan terus didampingi dalam pemasaran secara online. 

Dua produk olahan salak memiliki kemasan baru dan dapat dipesan melalui berbagai aplikasi pemasaran online. Selain pendampingan pemasaran online, kelompok KKN IT Reguler UMY juga memberikan edukasi dan pendampingan tentang budikdamber atau budidaya ikan dalam ember bagi pengusaha pengolah buah salak. (ADV)