UMY Membantu Penyusunan Panduan Keuangan SD-SMP

Kegiatan pendampingan melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD) tentang sistem keuangan sekolah oleh Tim Pengabdian Masyarakat UMY. (ist)
11 Agustus 2021 07:07 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Penyusunan laporan keuangan di lingkungan sekolah sangatlah penting, salah satunya adalah untuk meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraam keuangan sekolah. Sayangnya, pada beberapa sekolah hal ini kerap masih membutuhkan pendampingan.

Untuk itu Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tergerak untuk melaksanakan Pendampingan Penyusunan Buku Panduan Keuangan SD-SMP Muhammadiyah Kota Yogyakarta.

Dalam hal ini Tim UMY bermitra dengan PDM dan LPKK Yogyakarta selaku lembaga yang membantu Muhammadiyah dalam merancang perumusan kebijaksanaan pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan keuangan rutin dan program.

Kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD) serta turut serta dalam pengimplementasian sistem keuangan sekolah. Tim yang terdiri dari dosen prodi Akuntansi UMY yakni Ietje Nazaruddin dan Wahyu Manuhara P. Kegiatan ini melakukan rangkain pertemuan baik secara daring (dalam jaringan) maupun secara langsung dengan LPPK.

Selama masa pengabdian, Tim UMY membahas mekanisme dan kerangka kerja bagi tim penyusun keuangan sekolah khususnya pada amal usaha Muhammadiyah di SD dan SMP.

Ada beberapa cakupan panduan keuangan yang dibuat oleh para tim penyusun keuangan di antaranya 1) Perencanaan; 2) Pelaksanaan Operasional Harian dan Pengendalian Keuangan; 3) Standar Akuntansi; 4) Standar Operating Prosedur Penerimaan dan Pengeluaran Uang; 5) Pengelolaan Arsip; 6) Pelaporan Keuangan Sekolah.

Menurut Ietje, penerapan tata kelola keuangan dilakukan sebagai upaya agar pemanfaatan dana sekolah bisa menjadi lebih efektif dan efisien. Selain itu, penggunaan keuangan menjadi lebih transaparan, dan dapat meningkatkan akuntabilitas sehingga bisa meminimalisir adanya kemungkinan terjadi penyalahgunaan anggaran.

“Tata kelola keuangan merupakan mekanisme pengendalian yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan. Hal tersebut sejalan dengan tuntutan masyarakat agar lembaga pendidikan lebih bertanggung jawab, transparan, dan juga akuntabel dalam pengelolaan keuangan,” ungkapnya seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa (10/8).

Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan pendampingan ini, harapannya akan ada peningkatan kesadaran akan pentingnya tata kelola keuangan sekolah.

Di samping itu, permasalahan yang terjadi saat melakukan penyusunan anggaran keuangan khususnya pada amal usaha Muhammadiyah di SD dan SMP di Jogja dapat terselesaikan. (ADV)