Musyrifah Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Dilatih Memanfaatkan Media Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Virtual Reality

Pemanfaatan Media Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Virtual Reality bagi Musyrifah Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. - Istimewa
31 Juli 2021 22:27 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang diinisiasi Fitria Rahmawati, S.Pd., M.Hum, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Pendidikan Bahasa mengangkat tema Pemanfaatan Media Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Virtual Reality bagi Musyrifah Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berlangsung melalui Ruang Virtual Zoom.

Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat ini berfokus pada pembina asrama Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta yang disebut dengan Musyrifah. Musyrifah merupakan mahasiswi dari berbagai jurusan perkuliahan seperti jurusan Agama, Kimia, Sastra Arab, Pertanian, Bahasa Prancis, dan Ekonomi dan sebagian besar bukan merupakah mahasiswi jurusan Bahasa Inggris. Musyrifah ini membina siswi/santi Madrasah Tsanawiyah di Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.

Sebanyak 25 Musyrifah (Pembina asrama Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta) terlibat dalam kegiatan ini.

“Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan teknologi Virtual Reality kepada para Musyrifah dan mengembangkan minat dan kreatifitas para Musyrifah dalam membimbing para siswi/santri terutama dalam kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan Bahasa Inggris,” kata Fitria.

Tahap persiapan dalam program ini meliputi: menyiapkan materi pembelajaran interaktif dengan implementasi VR berupa topik pembelajaran dan media pembelajaran, membentuk WA group untuk pendampingan dengan Musyrifah Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, memberikan sosialisasi tentang program pemanfaatan VR untuk mengembangkan minat dan keterampilan berbahasa Inggris musyrifah asrama Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, serta mahasiswa/i dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMY yang akan membantu pelaksanaan program, menentukan jadwal pelaksanaan pelatihan Zoom Meeting dan pelaksanaan pelatihan offine/tatap muka setelah PPKM di UMY, dan melakukan survey tentang pemahaman dan ketertarikan awal terhadap teknologi VR.

Sementara, mangkah yang dilaksanakan pada tahap pelaksanaan adalah (Zoom Meeting) meliputi pemaparan mengenai teknologi Virtual Reality (VR) kepada para musyrifah Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, pengenalan teknologi VR berbasis web/online tanpa menggunakan alat VR lense yang dapat dilakukan secara daring, pemberian simulasi pembelajaran daring untuk mengajar Bahasa Inggris dengan integrasi teknologi VR berbasis web, dan survei tentang pemahaman dan ketertarikan terhadap teknologi VR setelah pemaparan.

Salah satu peserta pelatihan, Refma Anfasa Mulya, Musyrifah Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, menyampaikan pesan dan kesannya. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan ide baginya untuk menggunakan media pembelajaran yang menarik bagi santriwati Mu’allimaat, salah satunya adalah dengan Virtual Reality (VR). Dengan gambar bergerak dan seakan-akan merasakan detail dari benda yang dilihat, pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih interaktif. Selanjutnya, Ia berharap Pandemi Covid-19 dapat segera mereda, agar pelatihan tatap muka/offline dapat dilaksanakan, sehingga dapat mencoba pengalaman VR langsung dengan menggunakan alat pendukung VR.

Dengan adanya pelatihan penggunaan Virtual Reality (VR) yang ditujukan untuk para Musyrifah, diharapkan para Musyrifah menjadi lebih termotivasi, inovatif, dan kreatif dalam membimbing siswi Madrasah Tsanawiyah. Selanjutnya, sebagai tindak lanjut, akan diadakan pelatihan offline (tatap muka) sebagai follow-up program jika kondisi Pandemi sudah memungkinkan untuk pelaksanaan tatap muka. Sehingga, semakin dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para Musyrifah khususnya dalam pemanfaatan teknologi VR kedalam pembelajaran Bahasa Inggris khususnya. Pelaksanaan pelatihan offline akan dilaksanakan menyesuaikan dengan kondisi Pandemi saat ini, yakni saat berakhirnya/dilonggarkan PKKM. Selain itu, pelatihan offline akan dilakukan dengan mengikuti protokoler Covid-19 Pandemi. (ADV)