Teknologi Informasi Pacu Pemasaran dan Edukasi Tentang Batik

Rela Adi Himarosa, S.T., M.Eng. salah satu dosen Teknik Mesin UMY sebagai Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN menginisiasi pengembangan pemasaran produk Batik, khususnya Batik Erlin menggunakan sarana media sosial. - Istimewa
31 Juli 2021 20:37 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Desa Guwosari, merupakan salah satu desa wisata yang terletak di Kec. Pajangan, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Merupakan salah satu desa wisata di Bantul.

“Pandemi Covid-19 sangat dirasakan dengan turunnya omzet penjualan Batik maupun kuliner Ayam Ingkung” keluh Erlin, pemilik Batik Erlin dan Ingkung Omah Duwur.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memiliki program KKN-PPM yang difokuskan pada pengembangan UMKM. Rela Adi Himarosa, S.T., M.Eng. salah satu dosen Teknik Mesin UMY sebagai Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN menginisiasi pengembangan pemasaran produk Batik, khususnya Batik Erlin menggunakan sarana media sosial.

"Selain menjadi etalase digital produk batik dan kuliner, media sosial juga mampu dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, khususnya batik," ungkap Rela.

Pengabdian ini melibatkan 10 mahasiswa KKN UMY, para mahasiswa mengenalkan beragam marketplace, media sosial, yang bisa dimanfaatkan mitra. Menurut Rizky Nuryani ketua kelompok KKN 188, trend anak muda sekarang tidak bisa dilepaskan dari informasi yang ada di media sosial, jadi konten edukasi tentang batik akan lebih mudah diterima anak muda jika dipublikasikan lewat media sosial. Dengan memanfaatkan aplikasi Instagram, grabfood, gofood, dan foto konten produk yang bagus, diharapkan mampu meningkatkan omzet saat pandemi Covid-19 ini.