Media Sosial Jadi Sarana Etalase UMKM Produk Kulit Manding Bantul

kelompok KKN 187 UMY tahun 2021 bermitra dengan UMKM Pengrajin kulit Sepatuku milik bapak Aris, selain toko Sepatuku, kelompok 187 juga bermitra dengan Fatimah Handicraf pengrajin asesoris dari bahan kulit. - Istimewa
31 Juli 2021 19:37 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Sentra industri kulit di Manding sangat terdampak pandemi Covid-19, hal ini diutarakan Aris Purnama pemilik toko Sepatuku yang memproduksi beragam jenis sepatu kulit.

Menurut Aris, semenjak pandemi, sangat jarang tamu dating langsung untuk mencari dan mencoba beragam jenis sepatu yang ada di tokonya. Toko Sepatuku bertahan dengan mengerjakan orderan sepatu seragam para pelanggan lama.

Program Pengabdian KKN-PPM Universitas Muhamadiyah Yogyakarta semenjak pandemi Covid-19 terjadi berfokus pada pengembangan UMKM, hal ini menginisiasi kelompok KKN 187 UMY tahun 2021 bermitra dengan UMKM Pengrajin kulit Sepatuku milik bapak Aris, selain toko Sepatuku, kelompok 187 juga bermitra dengan Fatimah Handicraf pengrajin asesoris dari bahan kulit.

Wahyu Nursehan mahasiswa ilmu Hukum UMY sebagai ketua kelompok KKN memiliki inisiatif untuk mulai mengenalkan media sosial sebagai etalase produk kerajinan, dan mengenalkan marketplace sebagai sarana transaksi jual beli produk kulit.

"Penjualan produk secara online dan pembuatan pengiklanan produk secara online diharapkan dapat mendapatkan meningkatkan daya jual dan memperluas konsumen untuk produk UMKM Fatimah Handicraft dan UMKM Sepatuku," ujar Rela Adi Himarosa, S.T., M.Eng. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)