Pesantren Asy-Syifa’ Muhammadiyah Bantul Lakukan Inovasi Penggiling Kedelai Jenis Conveyor Unit Usaha Tempe

Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memulai inisiasi industri tempe dengan teknologi tepat guna untuk alat bantu produksi industri tempe. - Istimewa
31 Juli 2021 18:47 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, Bantul – Santri pondok pesantren Asy-Syifa’ Muhammadiyah Bambanglipuro Bantul berjumlah 100 santri MTs dan MA. Aset Pondok Memiliki sebidang tanah seluas 8725 m2 merupakan tanah milik PCM Bambanglipuro. Bangunan diatas tanah tersebut berupa gedung berlantai dua, masjid, gedung MTs, gedung MA.

Seluas 1720 m2. Sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Ponpes Asy-Syifa’ harus mulai merintis kemandirian ekonomi dan pangan. “Salah satu bahan makanan yang sering dikonsumsi santri adalah teme tutur Amar, salah satu pengajar di Pondok Pesantren Asy-Syifa”.

Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memulai inisiasi industri tempe dengan teknologi tepat guna untuk alat bantu produksi industri tempe, yaitu Mesin Penggiling Kedelai Jenis Conveyor. Program ini diinisiasi oleh Rela Adi Himarosa, S.T., M.Eng. salah satu dosen Teknik Mesin UMY, bermitra dengan Ust. Seno selaku pimpinan pondok.

Harapan inovasi alat tepat guna ini akan memudahkan proses produksi tempe, selain dijual ke masyarakat, hasil tempe bisa dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi santri. Inovasi alat tepat guna ini mampu menggiling kedelai sehingga terbelah menjadi dua disertai dengan terkelupasnya kulit ari kacang kedelai. Mesin ini memodifiksi penggiling kedelai jenis screw menjadi model conveyor  dan memiliki kapasitas produksi 16 kg kedelai per jam.