Batok Kelapa Jadi Sumber Energi Terbarukan

Peningkatan Pendapatan Kelompok Pengrajin Arang Batok Kelapa Melalui Produksi Liquid Smoke Berkualutas Tinggu untuk Mendungk Program Energi Terbarukan. - Istimewa
31 Juli 2021 18:37 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Prof. Dr. Ir. Sukamta, MT, IPM, dosen Program Studi  Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Dr. Ir. Indardi, Msi, dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Peningkatan Pendapatan Kelompok Pengrajin Arang Batok Kelapa Melalui Produksi Liquid Smoke Berkualutas Tinggu untuk Mendungk Program Energi Terbarukan.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berlangsung di Dusun Murangan, Triharjo, dan diikuti delapan orang dari Kelompok Pengrajin Arang Batok Kelapa "Maju Adil Makmur"

“Tujuan kegiatan ini adalah melakukan rekayasa keteknikan pada pemrosesan asap cair berkualitas rendah menjadi asap cair berkualitas tinggi (grade 1) sehingga mampu meningkatkan pendapatan pengerajin sekaligus untuk mendukung program pangan, keselamatan lingkungan dan energi terbarukan,” kata Sukamta/

Asap yang dihasilkan dari proses produksi arang batok kelapa berpotensi mengganggu lingkungan karena jumlahnya yang banyak. Untuk itu telah dilakukan proses pencairan asap berbentuk gas menjadi cair, yang kemudian disebut asap cair (liquid smoke). Namun demikian, asap cair yang dihasilkan masih bercampur dengan abu (fly ash), sehingga harganya murah yaitu sekitar Rp 5.000,00 per liter. Jika dapat mengolahnya kembali menjadi asap cair kualitas tinggi (grade 1) maka harga menjadi Rp 25.000,00.

Hal inilah permasalahan yang masih dihadapi oleh pengerajin arang batok kelapa “Maju Adil Makmur”. Dengan demikian maka program ini akan sangat meningkatkan keberdayaan mitra kelompok pengerajin arang batok kelapa “Maju Adil Makmur”. Untuk itu telah terjadi kesepakatan antara pengabdi   dengan  kelompok  pengrajin   arang   batok   kelapa   “Maju   Adil  Makmur”  untuk meningkatkan manajemen dengan melakukan peningkatan pendapatan melalui produksi asap cair berkualitas tinggi (grade 1) untuk mendukung program pangan, keselamatan lingkungan dan energi terbarukan.

Metode pelaksanaan sebagai berikut :

  1. Penyuluhan kepada kelompok pengrajin agar bertambah wawasannya dan kemudian mau mengadopsi ide perbaikan ini.
  2. Pelatihan proses produksi asap cair, penjaminan kualitas produk dan pelatihan manajemen
  3. Pendampingan pembuatan asap cair kepada pengrajin agar mampu menghasilkan asap cair berkualitas tinggi (grade 1).
  4. Pendampingan manajemen mulai dari manajemen bahan baku, manajemen proses produksi, manajemen packing dan pergudangan, manajemen pengiriman, manajemen penjaminan mutu produk, dan manajemen pemasaran.
  5. Pengukuran keberhasilan implementasi program

    Hal ini penting untuk mengetahui seberapa berhasil program dan kegiatan yang telah dilakukan, apakah sesuai dengan rencana atau tidak, apa saja kendala yang dihadapi dan apa rencana tindaklanjutnya.

  1. Monitoring dan Evaluasi

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan kelompok pengerajin arang batok kelapa “Maju Adil Makmur” secara signifikan. Masyarakat juga merasa senang karena asap yang dihasilkan dari proses pembakaran batok kelapa tidak lagi mengganggu masyarakat, sehingga secara langsung mengurangi dampak lingkungan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini telah berjalan dengan baik dan lancar serta berkontribusi pada peningkatan pendapatan kelompok pengerajin arang batok kelapa “Maju Adil Makmur” secara signifikan hingga beberapa kali lipat. Selain itu Kegiatan ini juga telah membantu program pemerintah tentang pengendalian dampak lingkungan. (ADV)