Advertisement
Penuhi Gizi Santri dengan Mendorong Produksi Tempe
Nurvita Risdiana, S.Kep., Ns., M.Sc., dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Pemanfaatan Tempe untuk Gizi dan Kesehatan Santri Pondok. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Nurvita Risdiana, S.Kep., Ns., M.Sc., dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Pemanfaatan Tempe untuk Gizi dan Kesehatan Santri Pondok.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berlangsung di Pondok Pesantren Asy-Syfa' Ganjuran Bantul dan diikuti 10 santri serta masyarakat sekitar.
Advertisement
“Tujuan kegiatan ini adalah agar Pondok Asy-Syfa' mampu memproduksi produk tempe untuk pemenuhan Gizi Santri,” kata Nurvita.
Pesantren Asy-Syifa’ Muhammadiyah Bantul adalah salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang secara struktural dikelola oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantul yang bergerak pada ranah pendidikan dan sosial. Adapun unit usaha yang diselenggarakan meliputi Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Panti Asuhan, dan Unit Pengumpul Zakat Lembaga Zakat Infak dan Shadaqah Muhammadiyah (UPZ LAZISMU) yang berperan sebagai penopang dana operasional utama.
Pesantren Asy-Syifa’ Muhammadiyah Bantul dirancang sebagai lembaga Pendidikan bercorak sosial untuk menampung kalangan santri yatim piatu, fakir, miskin, dan dhuafa tetapi memiliki keinginan untuk mendalami ilmu dengan baik. Data menyebutkan bahwa kurang lebih 70% santri berasal dari keluarga yang tidak mampu yang seluruh kebutuhannya masih bergantung kepada para donatur yang dihimpun melalui UPZ LAZISMU Asy-Syifa’. Ketahan pangan guna memenuhi makanan bergizi untuk anak-anak di Pesantren Asy-Syifa’ memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, Pesantren Asy-Syifa Muhammadiyah Bantul mengembangkan unit usaha ekonomi guna memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di Pesantren Asy-Sifa’ berupa produksi tempe yang dikelola secara mandiri dan sekaligus dapat meningkatkan kemampuan ekonomi
“Porduksi tempe mampu mencapai 15 kg per hari, selain dijual sisa produksi digunakan untuk kebutuhan makan santri,” ujar Nurvita. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- UMY Bantu Warga Dusun Sonyo Pahami Pentingnya Komunikasi Bencana
- UMY Kolaborasi dengan PDM Bantul Kembangkan Agribisnis Singkong
- LP3M UMY Bersama DLH Bantul Wujudkan Kampung Ramah Lingkungan
- UMKM dan PKK di Dusun Ngebel Dilatih Manajemen Organisasi
- KKN REG IT 120 UMY Bantu Digital Marketing UMKM di Bantul
Advertisement
Dari Sawah ke Tanah Suci, Kisah Mardijiyono Menjemput Haji di Usia 103
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








