Advertisement

UMY Tingkatkan Peran Guru TPA di masa Pandemi

Media Digital
Jum'at, 30 Juli 2021 - 10:47 WIB
Budi Cahyana
UMY Tingkatkan Peran Guru TPA di masa Pandemi Optimalisasi kompetensi dan peran guru Guru TPA di masa Pandemi Covid 19 di TPA Syifaulqalbi Mejing Wetan Ambarketawang. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang diinisiasi Novia Fetri Aliza, M. Psi., dosen Program Studi KPI FAI mengangkat tema Optimalisasi kompetensi dan peran guru Guru TPA di masa Pandemi Covid 19 di TPA Syifaulqalbi Mejing Wetan Ambarketawang.

Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) berlangsung pada 25 Juli 2021 dan diikuti 14 guru TPA Syifaulqalbi dan Guru TPA Sleman

Advertisement

“Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan Qur'an di masa pandemi Covid-19,” kata Novia.

Kegiatan ini dilakukan secara daring menggunakan akun zoom yang dihadiri oleh 11 pengajar TPA dari beberapa TPA yang ada di Sleman. Pelaksanaan acaranya diawali dengan menjabarkan keutamaan  pengajar Qur'an, lalu membahas terkait manajemen TPA untuk anak usia 2-15 tahun, kompetensi yang perlu dimiliki guru TPA,  dan langkah-langkah mengajar qur'an di TPA di masa pandemi. Setelah semua capaian pokok materi disampaikan, kemudian semua peserta diajak untuk curah gagasan dan sharing pengalaman terkait mengajar di masa pandemi, beberapa pilihan yang bisa dilakukan untuk mengajar Qur’an pada saat ini adalah online offline, shift, drive trhue, kompeteisi TPA dan tahfidz online.

Menurut guru TPA Syifaulqalbi acara ini sangat bermanfaat dan penting untuk dilakukan secara berkala supaya tetap bisa menjaga optimisme semua guru2 TPA. Melalui acara ini dia mendapatkan insight untuk melanjutkan mengajar TPA di masa pandeemi ini. metode yang menurutnya cocok untuk TPA Syifaulqalbi adalah dengan drive thre, sehingga dia bertekad akan segera mengumpulkan semua pengurus TPA dan takmir masjid melalui online meeting untuk memahas konsep tersebut.

Masa pandemi bukan berarti pendidikan Qur'an di TPA harus berhenti, melainkan banyak cara yang bisa dilakukan untuk tetap mampu menjaga generasi untuk tetap bisa dekat dengan Qur'an. Melalui protokol kesehatan yang ketat dan kompetensi guru yang memadai mengajar di tengah pandemi tidaklah menjadi halangan. (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Kulonprogo
| Minggu, 05 April 2026, 01:27 WIB

Advertisement

aespa Akui Selalu Kehabisan Waktu Nikmati Jakarta

aespa Akui Selalu Kehabisan Waktu Nikmati Jakarta

Hiburan
| Sabtu, 04 April 2026, 23:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement