Advertisement
KKN UMY Berdayakan Penjual Jamu Gendong di Noyokerten Berbah
Peningkatan Mutu dan Pemasaran Produk Jamu Gendong di Dusun Noyokerten Desa Sendangtirto Kecamatan Berbah, Sleman. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang dibimbing Siti Dyah Handayani, Dr., S.E., M.M., dosen Magister Manajemen Pascasarjana UMY mengadakan kegiatan bertema Peningkatan Mutu dan Pemasaran Produk Jamu Gendong di Dusun Noyokerten Desa Sendangtirto Kecamatan Berbah, Sleman.
Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) berlangsung di Noyokerten RT.04 pada 22 Januari 2021 dan diikuti 12 penjual jamu gendong di Noyokerten RT.04.
Advertisement
“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas produksi jamu serta membantu pengusaha meningkatkan omzet penjualan dengan cara melakukan promosi melalui media sosial,” ujar Siti.
Kegiatan ini dimulai dari sosialisasi program kepada pemilik usaha kepada pemilik usaha dan karyawan, agar mitra dapat memahami dan secara aktif mengikuti seluruh program pengabdian. Pada kegiatan ini juga dilakukan sosialisasi pentingnya menjaga mutu dan pemasaran serta memberikan motivasi sukses kepada pemilik usaha untuk tetap semangat berbisnis di masa pandemi.
Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan mutu produk, pada tahap ini pendampingan dilakukan dengan menjelaskan informasi-informasi terkait standar proses produksi yang berkualitas dari berbagai sumber yaitu Dinas Kesehatan dan BBPOM. Selanjutnya, TIM melakukan pembuatan prototype kemasan produk yang bertujuan untuk membantu usaha membuat prototype label dan kemasan yang higienis dan layak jual. Kemasan yang awalnya dikemas menggunakan plastik, diganti dengan kemasan botol yang lebih higienis dan menarik dengan berbagai ukuran. TIM kemudian melakukan pengambilan gambar dan pembuatan video sebagai materi promosi yang menarik dan dapat membantu usaha ini meningkatkan kegiatan pemasarannya.
Pengusaha merasa terbantu dengan adanya pengabdian masyarakat ini, terutama pembuatan desain kemasan yang lebih menarik, serta lebih higienis.
Pengabdian masyarakat pada usaha jamu gendong di Dusun Noyokerten ini dapat dilaksanakan dengan baik dan lancer. Dimulai dari sosialisasi program, pendampingan mutu, pembuatan kemasan baru yang lebih menarik, pendampingan pemasaran dan pembuatan foto serta video, penyediaan peralatan produksi yang higienis dan efektif, serta memantau pelaksanaan program lanjutan oleh pengusaha.
Satu-satunya kendala dalam kegiatan ini adalah adanya pandemi, sehingga program yang dilaksanakan secara offline harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kendala situasi pandemi ini juga mengharuskan beberapa kali kegiatan pendampingan dan diskusi dilaksanakan secara online melalui zoom, WA dan video call. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- UMY Bantu Warga Dusun Sonyo Pahami Pentingnya Komunikasi Bencana
- UMY Kolaborasi dengan PDM Bantul Kembangkan Agribisnis Singkong
- LP3M UMY Bersama DLH Bantul Wujudkan Kampung Ramah Lingkungan
- UMKM dan PKK di Dusun Ngebel Dilatih Manajemen Organisasi
- KKN REG IT 120 UMY Bantu Digital Marketing UMKM di Bantul
Advertisement
Advertisement
Film Zona Merah Naik Level, Cerita Zombie Kini Menyasar Kota
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








