UMY Dorong Warga Ngangkruk Manfaatkan Lahan Sempit untuk Budi Daya Tanaman

Pemanfaatan Lahan Sempit Perkotaan melalui Budi Daya Tanaman di RT 06 Ngangkruk Sleman. - Istimewa
29 Juli 2021 13:57 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Lis Noer Aini, dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Pemanfaatan Lahan Sempit Perkotaan melalui Budi Daya Tanaman di RT 06 Ngangkruk Sleman.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berlangsung 13 Juni 2021 dan diikuti 38 warga RT 06 Ngangkruk.

“Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kemampuan masyarakat RT 06 Ngangkruk  untuk memanfaatkan lahan yang terbatas melalui budidaya tanaman dan menumbuhkan semangat mandiri pangan melalui budidaya tanaman di lahan sempit.” Kata Lis.

Dusun Ngangkruk merupakan dusun yang berada di daerah perkotaan Sleman. Salah satu kawasan di Dusun Ngangkruk yang mempunyai pemukiman padat adalah RT 06 Ngelos. Di pemukiman ini, masing-masing rumah hanya memiliki lahan pekarangan yang sangat terbatas, bahkan sebagian rumah yang ada tidak memiliki pekarangan.

Kondisi ini menyebabkan kawasan tersebut terasa sangat gersang. Keberadaan lahan yang sangat terbatas tersebut masih dapat digunakan sebagai lahan budidaya tanaman guna meningkatkan kemandirian pangan. Budidaya tanaman di lahan terbatas dapat dilakukan melalui teknik hidroponik dan vertikultur. Hidroponik dan vertikultur merupakan teknik budidaya yang mudah diterapkan di lahan terbatas. Vertikultur merupakan teknik budidaya tanaman secara bertingkat, sehingga akan menghemat tempat dalam budidaya tanaman yang dilakukan. Sedangkan hidroponik merupakan budidaya tanaman menggunakan media air, sehingga dalam budidaya tanaman yang dilakukan lebih banyak dilakukan secara vertikal juga. Selain itu, budidaya tanaman dengan teknik vertikultur dan hidroponik dapat meningkatkan kemandirian pangan masyarakat.

Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah, pemahaman masyarakat tentang budidaya tanaman di lahan sempit meningkat. Keinginan masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman baik menggunakan teknik vertikultur maupun hidroponik juga semakin besar. Masyarakat menyatakan bahwa teknik budidaya yang dipraktekkan memberikan pengalaman baru dan dapat membuat lingkungan pemukiman menjadi lebih asri.

Kegiatan yang dilakukan sangat bermanfaat dan mudah diterapkan di lingkungan dengan lahan terbatas. Budidaya tanaman secara vertikultur tidak membutuhkan lahan yang luas namun dapat menghasilkan sayuran. Budidaya tanaman yang dilakukan selain menghemat tempat juga mengurangi pengeluaran.

“Setelah pelatihan dilaksanakan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman di lahan terbatas meningkat, masyarakat berkeinginan untuk melanjutkan budidaya tanaman yang dilakukan guna memenuhi sebagian kebutuhan pangan,” ujar Lis. (ADV)