PKM UMY Tingkatkan Kualitas Produk Industri Rumahan Mala Snack di Dusun Patosan Magelang

Peningkatan Kualitas Produk Berbasis Inovasi Produk dan Packaging Industri Rumahan Mala Snack di Dusun Patosan, Sedayu, Muntilan, Magelang. - Istimewa
23 Juli 2021 02:37 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, MAGELANG—Aqidah Asri Suwarsi, dosen Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Peningkatan Kualitas Produk Berbasis Inovasi Produk dan Packaging Industri Rumahan Mala Snack di Dusun Patosan, Sedayu, Muntilan, Magelang.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berlangsung di Dusun Patosan, Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan, Magelang Jawa tengah (Bulan April - Mei-Juni) dan diikuti satu Home Industri Camilan dan Kue Mala Snack.

“Dari program tersebut diharapkan adanya peningkatan kesejahteraan keluarga Mitra sebagaimana program Nawacita, melalui peningkataan kualitas Produk Usaha dan peningkatan pendapatan mitra dengan semakin luas area pemasaran,” kata Aqidah.

Kegiatan ini diawali dengan observasi Permaslahan atau Kendala Mitra, selanjutnya Dosen Pendamping Abdimas memetakan kebutuhan Mitra, menyalurkan suport peralatan dari Bantuan Hibah Dana LP3M UMY. Selanjutnya Mengadakaan Pelatihan pertama yaitu Inovasi Produk dengan membuat pengembangan varian baru, dilanjutkan Pelatihan Packaging dan Labelling dengan mengganti Kemasan yang sederhana digantidengan kemasan plastik bersablon fasilitas dari dana hibah UMY. Pelatihan ketiga adalah Pelatiihan Digital Marketing dengan aplikasi Markletplace Shopee dan Instagram

Kegiatan Pengabdian ini sangat bermanfaat sekali bagi UMKM karena ada pendampingan usaha sekaligus ada support penambahan peralatan dari UMY sehingga menambah Value Added Kuantitas Produksi dan Kualitas Produk. Dari Segi Pemasaran UMKM dkenalkan dengan Shopee Dan Instagram sehingga lebih luas jangkauan Marketnya.

Melalui kegiata pengabdian masyarakat ini ada Produk baru yaitu Varian Camilan Slondok Pedas, dan ada packaging dan Labelling baru disemua produk. Secara omzet ada tambahan omzek menadi kue kleci terjual 38 bungkus, kue pelok 60 bungkus, slondok pedas 80 bungkus, kaacangbawang 30 bungkus slondok bawang 50 bungkus dari rata rata pendapatan Rp. 1.000.000, dengan perkiraan keuntungan 500.000 perbulan sebelum kegiatan dan setelah kegiatan keuantungan  menjadi sekitar 800.000 bulan dengan pendapatannya sekitar Rp.1500.000 – Rp. 1.600.000. (ADV)