PKM UMY Adakan Pelatihan Eco Printing Bermotif Daun ala Jepang bagi Siswa SMKN 5 Yogyakarta

Pelatihan Eco Printing Bermotif Daun ala Jepang bagi siswa siswa SMKN 5 Yogyakarta. - Istimewa
23 Juli 2021 00:37 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dedi Suryadi, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang  Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Pelatihan Eco Printing Bermotif Daun ala Jepang bagi siswa siswa SMKN 5 Yogyakarta.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini berlangsung di SMKN 5 Yogyakarta, 19 Juli 2021 dan diikuti 22 siswa siswa dan Guru SMKN 5 YK.

“Tujuan dari program PKM ini adalah membuat video dan buku panduan yang berisi instruksi cara pembuatan seni eco printing yang diperagakan langsung oleh mentor dan  dipraktekkan langsung oleh siswa siswa SMKN 5 YK, memberikan video yang sudah melalui proses editing kepada kepada siswa siswa SMKN Yogyakarta melalui webinar zoom dan mengunggahnya di youtube, dan memulai membuat anekaseni eco printing pada berbagai media yang cocok, seperti dompet, totte bag, dan sebagainya,” kata Dedi.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara dari karena masih dalam masa pandemic covid 19 ...berupa kegiatan webinar dan woskhop pelatihan eco print kepada sisswa yang di laksanakan pada hari Senin , 19 Juli 2021  jam 08.00-12.00 dengan menampilkan nara sumber  Dr. Poppy  Rahayu M.Pd,  Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNJ dan Selvia Novianti dari Prodi Pendidikan Seni rupa UNJ

“Salah satu kegiatan yang bisa kita lakukan di masa pandemic ini adalah berlatih seni keterampilan eco printing,  karena semua bahan dan alatnya bisa jadi sudah tersedia di rumah kita. Kita tinggal pergi ke halaman atau kebun dekat rumah, memetik bebrapa daun yang memiliki kandungan getah yang bagus dan bentuk yang cukup dekoratif, atau munkin unik, , lalu kita mencari di rumah kita media yang bisa kita gunakan, bisa kerudung polos, mukena, T shirt, seprei polos, saputangan, dsb, yang ini kita berikan motif tertentu. Untuk merekatkan getah daun pada kain, kita juga bisa mengganti palu dengan batu yang biasanya ada d halaman, atau bahkan ulekan dari batu, dan kita bisa mengguanakan plastic serta meja kayu atau talena kayu, bahkan bisa dilakukan juga di lantai,” kata Poppy Rahayu, narasumber kegiatan itu.

Hasil pelatihan eco printing ini diharapkan bisa bermanfaat untuk 1) referensi bagi pemilihan suatu keterampilan dalam membuat suatu kerajinan yang murah, mudah, tanpa alat mesin, dan bahan baku yang murah mudah didapat, serta menghasilkan produk yang sangat beragam, memiliki cita rasa seni yang tinggi, memiliki berbagai variasi dalam bentuk dan corak, dapat diterapkan pada barang-barang fungsional, slow fashion, dan digemari masyarakat. 2) Referensi bagi keuntungan memiliki keterampilan membuat seni eco printing sebagai salah satu jenis keterampilan dalam seni printing menggunakan flora yang ada dilingkungan tempat tinggal, sehingga menghasilkan berbagai produk fashion, aksesoris yang cantik dan bercita rasa seni. 3) Meningkatkan kesadaran akan pentingnya suatu keterampilan bagi peserta pelatihan. (ADV)