UMY Kembangkan Food Garden Berbasis Eco-Masjid sebagai Solusi di Masa Pandemi

Tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang teridiri dari Dr. Triyono, S.P., M.P dan Dr. Siti Nur Aiysah S.P melakukan pendampingan dan transfer teknologi kepada masyarakat tentang ketahanan pangan berbasis lingkungan dalam perpektif Islam. - Istimewa
22 Juli 2021 20:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang teridiri dari Dr. Triyono, S.P., M.P dan Dr. Siti Nur Aiysah S.P melakukan pendampingan dan transfer teknologi kepada masyarakat tentang ketahanan pangan berbasis lingkungan dalam perpektif Islam. Kegiatan dengan tema food garden berbasis eco-masjid ini dilaksanakan dalam rangka membangun ketahanan pangan dan kesadaran lingkungan melalui kegiatan jamaah masjid di Kampung Brajan Tamantirto kasihan Bantul. Kegiatan ini diselenggarakan di masjid Baitunnafi sebagai pilot projek pemanfaatan lahan sekitar yang ramah lingkungan sekaligus produktif bagi para jamaah.

Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian UMY, Dr. Triyono, S.P., M.P mengatakan bahwa masjid dengan sarana dan prasarana yang ada perlu dikelola dengan baik agar lingkungan masjid tetap terjaga dan memberikan manfaat yang lebih. Sebagai contoh adalah limbah air wudhu selama ini dibuang begitu saja, padahal masih bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Selain itu limbah organic dari rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk kompos yang berkualitas menyuburkan tanaman. Oleh karena itu tim pengabdian telah memberikan penyuluhan dan pelatihan food garden dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya sayur, buah dan tanaman obat herbal. Kegiatan ini telah dimulai sejak awal tahun 2021 melalui kegiatan focus group discussion (FGD) dengan jamaah masjid Baitunnafi Brajan Tamantirto kasihan Bantul. Pada bulan April 2021 kegiatan penyuluhan dan pelatihan food garden dengan praktek pembuatan pupuk organic dengan komposter. Hasil proses tersebut berupa pupuk organic padat (kompos) dan pupuk organic cair (POC). Pupuk organic tersebut dijadikan bahan praktek budidaya sayur, buah, tanaman hias dan herbal di lahan pekarangan masjid. Kegiatan ini bekerja sama dengan Caping Merapi Agro-edukasi yang memberikan materi penyuluhan food garden.

Tim Caping Merapi menyampaikan bahwa kegiatan food garden cukup sederhana karena hanya memanfaatkan limbah rumah tangga yang ada. Daur ulang limbah organic rumah tangga unutk pupuk pada kegiatan food garden akan menjaga lingkungan tetap bersih. Selain itu, udara segar akan selalu tersedia oleh tanaman yang diusahakan. Secara ekonomi food garden mampu menyediakan pangan kebutuhan rumah tangga sehingga menghemat pengeluaran rumah tangga. Sedangkan secara sosial food garden yang dikelola dengan baik bersama masyarakat akan menjadi tempat rekreasi dan sosialisasi masyarakat sehingga tercipta kenyamanan dan kerukunan masyarakat.

"Hal ini membuat para jamaah makin antusias untuk melanjutkan kegiatan ini dan mencoba praktek di pekarangan rumah masing-masing. Dengan demikian pengelolaan lingkungan masjid selain menjaga kebersihan lingkungan ternyata bisa produktif menghasilkan bahan pangan dan gizi masyarakat (jamaah) serta membangun keakraban," tutur Mbak Siti sapaan akrab Dr. Siti Nur Aiysah, S.P. salah satu anggota tim pengabdian. (ADV)