PKM UMY Membuat Website islamdigital.id

"Islam Digital: Meningkatkan Digital Literacy untuk Dakwah dan Kajian Islam di Wonderhome Library" - Istimewa
22 Juli 2021 19:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Mohammad Syifa Amin Widigdo, dosen Magister Ilmu Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema “Islam Digital: Meningkatkan Digital Literacy untuk Dakwah dan Kajian Islam di Wonderhome Library”.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berlangsung di Wonderhome Library, Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, Sleman, dan diikuti 100 Muslim Indonesia dan masyarakat digital.

“Tujuannnya untuk membuat website islamdigital.id yang di dalamnya terdapat konten perpustakaan (e-library) yang berisi buku dan artikel jurnal ilmiah di bidang Islam di dunia digital, informasi tentang aplikasi atau produk digital keislaman (islamipedia), konsultasi riset bidang Islam dan dunia digital, serta berita-berita terkini (news) yang berhubungan dengan hubungan antara Islam dan dunia digital,” kata Mohammad Syifa Amin Widigdo

Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pembuatan rancang bangun platform digital yang bernama islamdigital.id sebagai pusat informasi dan kajian yang berhubungan dengan Islam dan dunia digital.

Meskipun ide pembuatan portal ini telah dibahas dan dirumuskan oleh pengabdi dan mitra, Wonderhome Library, pada tingkat praktis dan pelaksanaan kami perlu pengajak pihak lain untuk kolaborasi. Dalam hal ini kami mengajak sebuah startup anak muda yang berisikan mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta bernama “Wesclic.” Tim Wesclic yang terdiri dari Zedhio Pratama (Amikom), Rahardian Era Muliawan (Amikom), dan Alif Fathullah (UMY).

Setelah tim pembuat website terbentuk, pengabdi bersama tim mendiskusikan profile dan format islamdigital.id, rubrik dan konten yang ada di dalamnya, serta model pengelolaan websitenya pada tanggal 26 April  2021. Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa nama websitenya adalah islamdigital.id (bukan memakai .org atau .com karena memang berbasis di Indonesia, memakai Bahasa Indonesia, dan target audiennya adalah masyarakat Indonesia). Rubriknya terdiri dari berita, opini, islampedia, e-library yang berisi buku dan jurnal ilmiah yang bisa diakses secara gratis, dan konsultasi (untuk penelitian di bidang Islam dan dunia digital.

Pada pertemuan berikutnya, yakni di tanggal 27 Mei 2021, tim teknis dari Weslic mempresentasikan rancang bangun domain website islamdigital.id yang dibuat di dapur pembuatan domain website figma.com sebelum kemudian diupload di domain islamdigital sendiri. Dalam pertemuan ini, secara umum rancang bangun domain sudah jadi. Hanya saja, beberapa detil soal teknis rubrikasi dan pengelolaan website perlu penambahan dan perbaikan sebelum siap untuk ditayangkan di website. Alamat website juga sudah dibeli namun belum diaktifkan karena materinya belum sepenuhnya siap.

Produk rancang bangun website islamdigital.id yang telah dibuat tersebut disesuaikan dengan rubrikasi yang telah disepakati sebelumnya. Gambarannya adalah sebagai berikut.

  1. Produk Rancang Bangun Website
  2. Tampilan Depan

Tampilan depan ini menyajikan informasi terbaru di dalam website dari masih-masing rubrik. Kelima rubrik, yakni berita, opini, e-library, islampedia, dan ruang konsultasi juga ditampilkan di bagian atas website.

  1. Berita

Rubrik ini dimaksudkan untuk menampilkan berita (news) yang berhubungan dengan perkembangan terkini berkaitan dengan representasi atau diskusi Islam atau Muslim di dunia digital. Misalnya, berita tentang konferensi atau seminar tentang Islam dan hubungannya dengan dunia digital, diluncurkannya sebuah aplikasi tafsir al-Qur’an, podcast Islam bagi kalangan muallaf, fatwa tentang transaksi digital dengan menggunakan blockchain currency (e.g. bitcoin), atau kabar tentang sebuah kajian terkini seputar bagaimana sosial media mengubah otoritas keagamaan dan pola kehidupan keagamaan masyarakat.

  1. Opini dan Islampedia

Rubrik berikutnya adalah opini dan Islampedia. Untuk rupbrik opini, pembaca diberikan ruang untuk mengekpresikan ide, pemikiran, dan kajian yang berkenaan dengan Islam di dunia digital. Banyaknya informasi, aplikasi, dan platform keislaman yang muncul di dunia digital telah melahirkan sebuah sub-disiplin ilmu yang baru berkembang, yang bernama Islamic Digital Humanities (Romanov, 2018). Esai yang membahas tentang masalah-masalah di wilayah kajian Islamic Digital Humanities akan diakomodasi dalam rubrik “opini” ini. Sementara itu, rubrik lain yang diberi nama “islampedia” adalah rubrik yang berisi bank informasi aplikasi, situs, teknologi, atau inovasi digital lainnya yang berhubungan dengan Islam dalam pengertiannya yang luas, termasuk masyarakat Muslim, institusi keagamaan di dalam Islam, tokoh Muslim, tempat-tempat yang diasosiasikan berhubungan dengan Islam, dan produk-produk hasil kreativitas dunia Muslim.

  1. E-Library: Buku dan Jurnal

Rubrik yang tidak kalah penting adalah E-Library. Rubrik ini berisi koleksi buku keislaman berbahasa Indonesia, Inggris, dan Arab dalam bentuk digital dan koleksi artikel jurnal ilmiah yang membahas tentang kajian Islam dan hubungannya dengan dunia digital. Koleksi buku dan artikel ini juga disertai dengan review, ringkasan, dan abstrak yang memudahkan pembaca untuk mengetahui isi kajian dalam buku atau artikel tersebut. Pembaca dalam hal ini dapat berkontribusi dengan menyumbangkan buku digital dan  artikel jurnalnya atau mereka memberi ulasan dan ringkasan terhadap buku atau artikel yang ada dalam koleksi e-library ini.

  1. Konsultasi, Kontributor, dan Statistik

Rubrik lain yang tak kalah menarik adalah rubrik konsultasi. Rubrik yang masih dalam penyiapan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa, pelajar, pengkaji, pengajar atau peneliti di bidang Islam dan dunia digital untuk dapat berinteraksi dengan para sarjana di bidang tersebut. Mereka dapat berkonsultasi tentang tema penelitian, sumber-sumber referensi untuk penelitian atau penulisan, atau sekedar eksplorasi gagasan tentang Islam dan dunia digital. Selain interaksi dengan pembaca di rubrik konsultasi, pembaca juga berpartisipasi sebagai kontributor dalam website islamdigital.id ini dengan mengirim opini, review dan ringkasan buku atau artikel, serta berita dan perkembangan terkini di dunia digital yang berhubungan dengan Islam. Untuk itu, website ini selain dikelola oleh admin dan editor yang mengkurasi konten yang masuk dan akan ditampilkan, kontributor juga berperan penting dalam penyajian kualitas sumber dan informasi yang ditampilkan. Adapun informasi tentang jumlah kunjungan, kualitas interaksi, dan retensi pembaca, semua akan terekam dan tersajikan dalam bentuk kuantitatif maupun statistik yang nota bene dapat dijadikan sebagai alat ukur perbaikan dan pengembangan website ini di masa yang akan datang.

Hasil pengabdian ini di antaranya adalah pembuatan pondasi dan rancang bangun website islamdigital.id yang diharapkan dapat menjadi wadah dan sumber yang mampu menyajikan informasi keislaman yang kekinian, terpercaya, dan mencerahkan. Website ini dapat menjadi platform alternatif di tengah maraknya informasi dangkal di dunia digital, yang tidak jarang malah menyesatkan. Memang secara online website ini belum diluncurkan karena masih dalam tahap penyiapan. Tapi, untuk waktu yang tidak lama lagi, Wonderhome Library akan segera meluncurkan website ini sehingga dapat berguna dan dimanfaatkan oleh kalayak luas untuk menemukan pusat sumber informasi dan interaksi yang berhubungan dengan Islam dan dunia digital. (ADV)