UMY Perkenalkan AR sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris Siswa SD

Penggunaan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar. - Istimewa
21 Juli 2021 13:07 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Fitria Rahmawati, S.Pd., M.Hum., dosen Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menginisiasi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Penggunaan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar.

PKM berlangsung lewat WA group; Asynchronous meeting dengan Google Classroom; dan  Synchronous meeting dengan Zoom, serta diikuti 35 siswa kelas 4 SD Muhammadiyah Karangwaru, Yogyakarta.

“Tujuan kegiatan adalah memperkenalkan AR sebagai salah satu media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan keterampilan Bahasa Inggris siswa SD, dan meningkatkan kosakata Bahasa Inggris siswa SD, khususnya kelas 4 SD,” kata Fitria.

Program ini dilaksanakan pada semester genap TA 2020/2021 selama kurun waktu 3 bulan (25 Maret s.d. 19 Juni 2021). Terdapat tiga tahapan yang dilaksanakan pada PKM ini yakni 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan, dan 3) tahap evaluasi.

Tahapan persiapan mencakup: Pembuatan WhatsApp group sebagai media komunikasi sejak 25 Maret 2021, penyediaan fasilitas untuk praktik penggunaan Augmented Reality, penyerahan fasilitas kepada pihak sekolah dan siswa/i, pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengembagan materi dan media pembelajaran, pengembangan video pembelajaran, dan pengembangan Google Classroom, dan pre-test (tes awal) dengan topik Animals.

Tahap pelaksanaan yakni: Pelatihan pembelajaran kosakata Bahasa Inggris dengan aplikasi Augmented Reality secara daring melalui videoconference menggunakan platform Zoom meeting pada hari Sabtu, 19 Juni 2021 yang dihadiri oleh 35 siswa/i kelas 4 SD, Ibu kepala  sekolah, dan guru pengampu Bahasa Inggris.

Tahap evaluasi meliputi: Post-Test (tes akhir), dan refleksi pelaksanaan keseluruhan program. Tim pengabdi meminta Ibu Kepala Sekolah dan beberapa wali murid secara acak untuk memberikan tanggapan berupa kesan dan pesan terkait program. Pre-test dan post-test digunakan sebagai instrumen untuk mengukur perbedaan nilai kemampuan kosakata Bahasa Inggris siswa sebelum dan sesudah penggunaan AR.

Yuliani Haryatun, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Karangwaru dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih pada tim karena telah memilih SD M. Karangwaru sebagai tempat pelaksanaan program pengabdian dengan topik “Penggunaan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar”. Dia berkata, “Kami atas nama keluarga besar SD Muhammadiyah Karangwaru mengucapkan banyak terima kasih atas pengabdiannya selama ini.” Lebih jauh beliau mengemukakan, “Alhamdulillah kami melihat anak-anak kami juga semangat mengikutinya. Ibu juga mengamati peran orangtua dalam mendampingi putra putri yang dengan sigap merespon setiap infomasi di WA group”.

Dia juga menyampaikan kepada siswa tentang pentingnya penguasaan bahasa Inggris sejak usia dini, “Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang harus dididik sejak dini.

Yuliani mengakhiri dengan harapan, “Mudah-mudahan harapan kami, program ini tidak hanya waktu ini saja, tetapi juga di tahun-tahun yang akan datang. Agar nanti anak-anak juga termotivasi, kemudian mereka makin semangat belajar Bahasa Inggris. Itu harapan kami.”

Tanggapan positif tidak hanya disampaikan oleh Kepala SD Muhammadiyah Karangwaru saja, tetapi juga dari wali murid kelas 4 SD Muhammadiyah Karangwaru. Para wali murid berterima kasih karena putera-puteri mereka telah dipilih untuk menjadi peserta pengabdian. Selain itu, disampaikan juga bahwa anak-anak sangat antusias dan termotivasi dalam mengikuti program pengabdian. Mereka mendapat kesempatan lebih untuk belajar Bahasa Inggris secara lebih mendalam, karena dalam program ini, keterampilan yang diajarkan adalah menyimak, berbicara, menulis, membaca, dan juga mengeja. Wali murid berharap bahwa program pengabdian ini dapat terus dilanjutkan di masa mendatang. (ADV)