KKN UMY Selenggarakan Model Pemantauan Pasien Prolanis Selama Pandemi Covid-19 di Layanan Primer

Model Pemantauan Pasien Prolanis Selama Pandemi Covid-19 di Layanan Primer. - Istimewa
21 Juli 2021 13:37 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang dibimbing Mahendro Prasetyo Kusumo, Dr. dr., M.M., FISPH., FISCM., AIFO-K., dosen Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan mengadakan kegiatan bertema Model Pemantauan Pasien Prolanis Selama Pandemi Covid-19 di Layanan Primer.

KKN berlangsung di Puskesmas Pundong, 23 Februari-08 Maret 2021 dengan 11 peserta Prolanis yang terdaftar di Puskesmas Pundong.

“Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pemantauan kesehatan terhapat Pasien HT dan DM menggunakan aplikasi WhatsApp,” kata Mahendro Prasetyo Kusumo.

Pengabdian masyarakat dimulai dengan studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Pundong Kabupaten Bantul. Studi pendahuluan tersebut bertujuan untuk memperoleh data pasien DM dan HT yang terdaftar sebagai peserta prolanis di Puskesmas Pundong.

Tahap selanjutnya, dilakukan identifikasi melalui wawancara dengan salah satu petugas kesehatan program prolanis tentang pemantauan pola makan, pola istirahat dan aktivitas, kepatuhan obat serta edukasi yang sudah dilakukan oleh Puskesmas. Permasalahan yang muncul selama pandemi COVID-19 adalah banyaknya masyarakat di wilayah puskesmas pundong yang terkontaminasi COVID-19.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka strategi yang kami lakukan adalah mengubah model pemantauan pasien prolanis, yang awalnya melalui tatap muka diganti dengan menggunakan aplikasi WhatsApp (WA). Pemilihan aplikasi WA didasarkan atas pertimbangan bahwa semua pasien menggunakan WA. Selain itu fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi WA sangat mudah dan mendukung dalam proses pemantauan. Pemantauan pasien prolanis berbasis WA dilakukan kepada dua belas pasien DM dan HT. Pemantauan dilakukan setiap hari pukul 07.00-10.00 WIB yang dimulai dari 23 Februari sampai dengan 8 Maret 2021.

Hasil pemantuan pasien prolanis menyimpulkan bahwa sebagian besar paien sudah dapat melakukan kontrol pola makan dan minum obat secara teratur, walaupun sebagian besar kurang melakukan olahraga. Selain ini, kami juga melakukan pemantauan dalam bentuk edukasi kesehatan berbasis WA dalam bentuk video.

Pasien dapat berkonsultasi dengan cara menuliskan semua keluhan yang dirasakan, bahkan pasien dapat melakukan video call. Materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan pasien dan rekomendasi dari Perkumpulan Ahli Endokrin Indonesia (PERKENI) dan kementrian kesehatan Indonesia. Selain itu, edukasi yang diberikan disesuaikan dengan keluhan atau kebutuhan pasien prolanis sehingga diharapkan pasien lebih mudah memahami. Selama pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, Puskesmas Pundong merasa sangat terbantu karena model yang dihasilkan ini memberikan manfaat dalam mengurangi kerumunan di Puskesmas. Selain itu, dengan pemantauan berbasis WA, puskesmas lebih mudah melakukan pemantaua dan pelaporan kondisi pasien.

Di sisi lain, hasil dari pengabdian masyarakat ini dapat mendorong kemandirian pasien dalam mengendalikan komplikasi akibat DM dan hipertensi. Pasien didorong untuk berperan aktif dalam melaporkan kondisi kesehatannya secara mandiri ke layanan kesehatan menggunakan WA. Selain itu, model ini juga dapat meningkatkan peran keluarga dalam membantu pasien melakukan pemantauan kesehatan.

Dukungan keluarga sangat penting karena sebagian besar pasien prolanis diPuskesmas pundong adalah

lansia. Penderita HT dan DM merasa terbantu karena dapat melakukan konsultasi kesehatan serta dipantau  secara online sehingga walaupun dalam kondisi pandemi, derajat kesehatan penderita DM dan HT dapat terpantau.

Pemantaun pasien prolanis berbasis aplikasi WA yang dilakukan di Puskesmas Pundong memberikan manfaat yang sangat besar bagi pasien, keluarga pasien dan bagi Puskesmas Pundong.

Model pemantauan ini menjadi salah satu inovasi dalam melakukan pemantauan pasien prolanis selama  pandemi COVID-19. Kebijakan Pemerintah selama pandemi COVID-19 tentang larangan untuk berkerumun menyebabkan rendahnya intensitas kunjungan ataupun pemeriksaan kesehatan pasien prolanis. Pemanfaatan smartphone melalui aplikasi WA dapat menjadi salah satu alternatif yang mudah dan aman untuk melakukan pemantauan pasien prolanis.

Diharapkan dengan inovasi ini, semua pasien prolanis dapat terpantau dengan baik sehingga dapat menekan terjadinya koplikasi akibat penyakit tersebut. Selain itu, diharapkan hasil pengabdian masyarakat ini dapat menjadi percontohan untuk Puskesmas lain dalam melakukan pemantauan pasien prolanis selama pandemi COVID-19. (ADV)