UMY Dampingi Guru-Guru SMA Muhammadiyah Piyungan Mengajar dengan Podcast dan Videocast

Tim pengabdian UMY menggelar pelatihan pembuatan Podcast dan Videocast bagi guru-guru SMA Muhammadiyah Piyungan di Lab Ilmu Komunikasi UMY pada Kamis (1/2). - Istimewa
15 Juli 2021 16:57 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Tim pengabdian UMY menggelar pelatihan pembuatan Podcast dan Videocast bagi guru-guru SMA Muhammadiyah Piyungan di Lab Ilmu Komunikasi UMY pada Kamis (1/2). Acara ini dihadiri empat guru dan pada kesempatan ini mendapatkan materi cara pembuatan naskah Podcast kemudian praktek merekam audio menggunakan aplikasi Anchor FM dan menguploadnya di Spotify lalu dilanjutkan materi terakhir memasukan file audio ke slide presentasi dan mengolahnya menjadi konten Videocast.

Salah satu peserta Sholu Ratih mengungkapkan ini adalah kali pertama membuat materi pembelajaran dalam format Podcast, walaupun ia sudah sering mendengarkan podcast melalui Spotify sebelumnya. Guru pengampu mata pelajaran Geografi ini berkata, "Ternyata bisa ya bikin podcast lewat ponsel saya."

Pelatihan ini merupakan rangkaian dari program pendampingan pembuatan konten pembelajaran dalam format podcast dan videocast yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat UMY di SMA Muhammadiyah Piyungan, tahun ini pendampingan telah memasuki tahun ke dua dan berfokus pada konten pembelajaran. Ketua program pengabdian masyarakat Erwan Sudiwijaya menjelaskan bahwa program pendampingan tahun ini didasarkan pada temuan masalah pembatasan fisik untuk mencegah penularan wabah Covid 19 membuat pembelajaran dilakukan secara jarak jauh dengan media aplikasi chatting Whatsapp. Dosen Ilmu Komunikasi ini menjelaskan secara teknis setiap kelas membuat grup Whatsapp yang di-admin oleh wali kelas dan berisi guru mata pelajaran serta siswa. Proses pemberian materi, tanya jawab hingga pengumpulan tugas dilakukan pada media tersebut. Masalah awal mulai muncul karena beberapa siswa berasal dari panti asuhan yang hanya memiliki satu gawai pintar untuk digunakan beberapa siswa, sehingga mereka harus bergantian dalam belajar menggunakan gawai pintar.

Hasil dari pendampingan ini adalah guru di SMA Muhammadiyah Piyungan telah mampu membuat materi pembelajaran digital berformat audio yang diupload di Spotify, sehingga materi pembelajaran kini dapat diakses melalui gadget apa saja. Untuk meningkatkan produktifitas guru dalam memproduksi konten podcast dan videocast tim pengabdian masyarakat UMY pun memberikan hibah satu studio rekaman audio yang kami set up di perpustakaan. (ADV)