Advertisement
UMY Beri Pelatihan Sehat Mental Sehat Finansial kepada Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus
Pelatihan Sehat Mental Sehat Finansial bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus pada Komunitas Wahana Keluarga Celebral Palsy (WKCP) Yogyakarta. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Tesaviani Kusumastiwi dosen Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menginisiasi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tema Pelatihan Sehat Mental Sehat Finansial bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus pada Komunitas Wahana Keluarga Celebral Palsy (WKCP) Yogyakarta.
PKM berlangsung di Tegalrejo, 18 April 2021, dan melibatkan 25 anggota Wahana Keluarga Cerebral Palsy
Advertisement
“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orangtua ABK(anak berkebutuhan khusus) pada WKCP dalam mempersiapkan kebutuhan finansial keluarga dan menjaga kesehatan mental orangtua ABK,” ujar Tesaviani.
Kegiatan pelatihan kesiapan mental dan finansial orangtua ABK(Anak Berkebutuhan Khusus) bekerjasama dengan komunitas Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) yang diketua oleh Hertiana Prasetyawati, dimulai dengan tahap persiapan.
Pada tahap persiapan disepakati dengan mitra pengabdian, proses pelatihan menggunakan kulwap yang dibentuk 1 minggu sebelum acara berlangsung dan live streaming youtube pada hari pelaksanaan. Pemilihan metode tersebut disepakati dengan pertimbangan kesulitan para orangtua untuk meninggalkan putra putrinya dan fokus mengikuti pelatihan. Melalui kulwap dan live streaming youtube, diharapkan para peserta dapat mengulang-ulang materi dan bertanya melalui group kulwap tanpa dibatasi oleh jam pelaksanaan. Rekrutmen peserta dilakukan dengan penyebaran flyer pada komunitas WKCP.
Peserta dikumpulkan dalam group whatsapp pada 1 minggu sebelum live streaming berlangsung. Narasumber yakni Lisa Ekuiresa, S.E C.F.P dan dr. Tesaviani Kusumastiwi Sp.KJ memberikan penjelasan materi singkat melalui kulwap dan diskusi singkat untuk mengetahui latar belakang mitra. Berbagai pertanyaan didapatkan dari peserta. Pada materi kesiapan finansial beberapa peserta mengeluhkan tidak lagi dapat bekerja semenjak memiliki anak ABK, sedangkan kebutuhan biaya kesehatan, perawatan dan pendidikan anak ABK yang lebih tinggi dari anak lainnya.
Beberapa pertanyaan terkait kesiapan mental cukup beragam, diantaranya terkait dengan perasaan sedih, perasaan cemas akan masa depan anak, dan merasa binggung dalam membesarkan hati putra putrinya yang telah menginjak remaja yang terkadang mulai muncul turbulensi emosi atas keadaan dirinya. Pertanyaan dari peserta dikumpulkan dan akan didiskusikan saat live streaming youtube berlangsung. Pada pelaksaan live streaming youtube diawali dengan penjelasan singkat materi dan diskusi. Pemberiaan doorprize diberikan kepada 10 peserta dengan pertanyaan paling menarik. Feedback pelaksanaan dilakukan dengan pengisian googleform feedback. Keseluruhan peserta merasa puas dengan materi, metode maupun narasumber dari pengbdian LP3M UMY.
“Saya sebagai salah satu orang tua yang dianugerahi putra cerbral palsy sangat bersyukur diberi banyak ilmu dan wadah untuk berkembang. Dari sini saya belajar untuk mengelola emosi, dan juga menata keuangan lebih baik lagi. Dan menyiapkan dana tabungan bagi putra saya ke depannya,” kata salah satu peserta, Vera. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- UMY Bantu Warga Dusun Sonyo Pahami Pentingnya Komunikasi Bencana
- UMY Kolaborasi dengan PDM Bantul Kembangkan Agribisnis Singkong
- LP3M UMY Bersama DLH Bantul Wujudkan Kampung Ramah Lingkungan
- UMKM dan PKK di Dusun Ngebel Dilatih Manajemen Organisasi
- KKN REG IT 120 UMY Bantu Digital Marketing UMKM di Bantul
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








