PPDM UMY Tingkatkan Pengetahuan & Spirit Keagamaan Warga Desa Sukamulya

Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Desa Sukamulya, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, meningkatkan pengetahuan dan spirit keagamaan warga desa setempat. - Istimewa
18 Mei 2021 14:37 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, KUNINGAN—Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Desa Sukamulya, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan,meningkatkan pengetahuan dan spirit keagamaan warga desa setempat.

Dr. Muh. Naim Madjid, S.S., MA, dosen Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Pendidikan Bahasa UMY, yang menjadi Ketua PPDM di Desa Sukamulya mengatakan kegiatan pengabdian itu diadakan melalui pelatihan pengurusan jenazah dan tajwid Al-Quran.

Pengabdian berlangsung di Jl. Jalan Raya Desa Sukamulya, No 015 Kec. Garawangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pelatihan pengurusan jenazah  di Kantor Balai Desa Sukamulya sedangkan Pelatihan Tajwid Al-Qur’an  di Musholla Rt 02, Sukamulya. Waktu pengabdian pada Minggu, 9 Mei 2021, jam 09.00-17.00 WIB dan digelar secara offline.

Tujuan pengabdian adalah meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya mengurus jenazah dan memberikan pemahaman tatacara memandikan dan mengafani jenazah serta mengajarkan cara membaca Al-Qur’an dengan Tartil

Kegiatan pengabdian PPDM berupaya memotivasi warga Sukamulya agar menyadari betapa pentingnya kegiatan Fardhu Kifayah ini untuk dilakukan sebagai kewajiban umat Islam dan mengemukakan besarnya pahala yang akan diperoleh oleh orang yang berpengetahuan dan ikhlas megurusi jenazah. Hal itu disampaikan dalam sambutannya. Kegiatan ini pun sangat diapresiasi oleh Kepala Desa Sukamulya, Oong Sukansa, SH., selaku ketua mitra yang menyampaikan dalam sambutannya bahwa ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi warga untuk belajar dan juga mengajarkan kepada yang lain tentang tatacara memandikan dan megafani jenazah di mana kegiatan seperti ini belum pernah dilaksanakan. Pembukaan yang dipandu oleh Anah Sukaesih, S.Pd. selaku pembawa acara berlangsung dengan baik.

Kegiatan pengabdian skema PPDM ini dilakukan dalam 2 bentuk pelatihan, yang pertama pelatihan memandikan dan mengafani jenazah pada hari Ahad, 9 Mei 2021 mulai pagi hari hingga siang (09.00 – 12.00 WIB) yang materi dan prakteknya disampaikan langsung oleh Suinah, S.Pd.I, guru MI Guppi Kramatwangi yang pernah mengikuti pelatihan pengurusan jenazah yang diselenggarakan oleh Bupati Kuningan dan telah bertahun-tahun lamanya diamanahkan oleh warga Sukamulya dalam memandikan jenazah.

Kasi Pelayanan Desa Sukamulya, Anwar Sanusi, turut membantu mengajarkan warga cara mengafani jenazah. Para warga yang hadir begitu antusias. Hal itu terlihat ketika beberapa warga bertanya tentang syarat dan kondisi orang yang memandikan jenazah. Yang kedua adalah pelatihan belajar membaca Al-Qur’an dengan tartil (Tajwid Al-Qur’an), dilaksanakan pada waktu sore (jam 15.30-17.00 WIB) di hari yang sama dengan pelatihan pengurusan jenazah. Belajar tajwid langsung dipandu (diajarkan) oleh ketua pelaksana, Dr. Muh. Naim Madjid, S.S., MA. dan didampingi oleh Suinah S.Pd.I selaku moderator serta Ketua Muslimat Sukamulya, Aah Setianingsih. Pelatihan tajwid ini dihadiri oleh 16 peserta dan berlangsung dengan baik.

“Kedua pelatihan ini berlangsung dengan baik dan sesuai dengan protokol kesehatan. Secara keseluruhan, kegiatan ini disambut hangat dan baik oleh pihak mitra dan para warga dengan harapan kegiatan ini dapat berkelanjutan dan dapat memberikan manfaat dan kebaikan untuk warga Sukamulya khususnya,” kata Muh. Naim Madjid.

Perserta dalam kegiatan pengabdian ini keseluruhan berjumlah 26 peserta dari warga Sukamulya, yaitu 10 orang untuk pelatihan pengurusan jenazah (2 orang perwakilan setiap RT, 1 laki-laki & 1 perempuan), dan 16 peserta muslimat (RT.02) dalam pelatihan tajwid Al-Qur’an.

Mitra merespon dengan baik dan penuh antusias. Melalui kegiatan pengabdian ini, pihak mitra berharap kegiatan pengabdian seperti ini dapat berkelanjutan dan dapat menjadi solusi atas permasalahan yang ada yaitu permasalahan pengurusan jenazah dan juga belajar tajwid Al-Qur’an.