KKN UMY Tingkatkan Pengetahuan Perajin Batik terhadap Penyakit Anemia

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meningkatkan pengetahuan dan skrining kasus anemia dan penurunan tajam penglihatan mata (visus) pada UMKM perajin batik. - Istimewa
01 Mei 2021 17:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meningkatkan pengetahuan dan skrining kasus anemia dan penurunan tajam penglihatan mata (visus) pada UMKM perajin batik.

Kegiatan ini berlangsung di Suraswati Batik Diro RT 58 Pendowoharjo, Sewon, Bantul, 11 Maret 2021, dan diikuti enam perajin batik.

Dosen pembimbing lapangan, dr. Ika Setyawati, M.Sc., dosen Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan FKIK UMY mengatakan kegiatan ini memiliki dua tujuan.

“Pertama, meningkatkan pengetahuan pengrajin batik terhadap penyakit anemia akibat penggunaan cat sintetis pada pembuatan batik dan bagaimanakah cara pencegahannya dengan menggunakan APD dengan benar. Kedua, meningkatkan pengetahuan dampak Melihat dekat saat proses membatik terhadap tamam penglihatan mata dan solusi pencegahannya,” kata dia.

Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan kesehatan secara tatap muka langsung dengan protokol covid-19 berupa penjelasan materi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan skrining anemia dan visus mata. Narasumber kegiatan adalah dr. Ika Setyawati, M.Sc. dan dr. Nur Shani Meida, Sp.M

Pimpinan Suraswati Batik Yuniati Eko Suraswati, berkata, “Setelah mengikuti kegiatan pengabdian tersebut, saya mengetahui keluhan-keluhan dan tanda-tanda adanya gangguan pada mata dan anemia,” ujar dia.

Kegiatan dapat terlaksana dengan lancar. Tidak terdapat tanda-tanda anemia pada perajin Suraswati Batik. (ADV)