Pelatihan Ketrampilan Komunikasi Medis Jarak Jauh sebagai Solusi untuk Peningkatan Layanan Kesehatan di Kucala Medical Center (KMC) Yogyakarta

Klinik Utama Kucala Medical Center telah menjalankan layanan telemedicine dengan program Dokter Online Kucala, pertama kali pada saat pandemi Agustus 2021 dan berjalan hingga sekarang. Konsultasi dilakukan dengan menggunakan plattform videocall seperti Zoom, VideocallWA atau Google Meet, sesuai dengan keinginan pasien. - Istimewa
30 April 2021 11:27 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi Covid 19 pada akhirnya telah memaksa seluruh masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru yang dikenal dengan normal baru.

Perilaku yang dulu dianggap aman dan biasa dilakukan sehari-hari kini menjadi perkara yang harus dihindari bila tidak ingin tertular Covid 19. Seperti kebiasaan berjabat tangan, berpelukan ketika berjumpa dengan saudara atau teman karib, bahkan hidung dan mulut harus senantiasa berbalut masker, serta jangankan berkerumun, bahkan berdiri pun harus berjarak lebih dari 1,5 meter. Ya, Covid 19 memang sangat menular.

Dengan situasi seperti ini, akhirnya masyarakat membatasi banyak aktivitas, dan sedapat mungkin berada di rumah bila tidak ada kebutuhan mendesak. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan menjadi area yang paling tidak ingin didatangi oleh masyarakat karena diasosiasikan dengan bertemu orang yang menderita Covid 19, walau sebenarnya anggapan ini tidak sepenuhnya benar, karena tidak semua RS merawat pasien Covid-19, dan RS yang merawat pasien Covid-19 juga melakukan prosedur ketat untuk memisahkan antara penderita Covid dan bukan Covid. Namun ketakutan ini sudah telanjur meluas di benak masyarakat, sehingga mereka enggan pergi ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan keluhannya. Akibatnya adalah banyak terjadi keterlambatan dalam penanganan penyakit. yang membuat penderitaan pasien semakin berat, memerlukan waktu penyembuhan yang lebih lama, dan biaya perawatan juga menjadi lebih banyak.

Di era milenium ke 3, masa ketika teknologi informasi sudah sedemikian maju, tidak sepantasnya lagi apabila jarak menjadi kendala. Berbagai macam aplikasi telah memberikan layanan perjumpaan secara virtual, walau dipisahkan jarak yang sedemikian jauh. Hal seperti ini menjadi dasar untuk dapat dilaksanakannya telemedicine atau Komunikasi Medis Jarak Jauh.

Praktek penyelenggaraan sistem telemedicine ini juga telah diatur dalam Permenkes No 20/2019., yang menjelaskan bahwa Telemedicine adalah pemberian pelayanan kesehatan jarak jauh oleh profesional kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, meliputi pertukaran informasi diagnosis, pengobatan, pencegahan penyakit dan cedera, penelitian dan evaluasi, dan pendidikan berkelanjutan penyedia layanan kesehatan untuk kepentingan peningkatan kesehatan individu dan masyarakat. Pelayanan telemedicine ini tentunya harus dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang memiliki surat izin praktik di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) penyelenggara.

Kelebihan sistem komunikasi jarak jauh yang pertama adalah dapat meningkatkan akses informasi untuk profesional kesehatan untuk pasien dan untuk masyarakat secara umum. Kemudian yang kedua adalah dapat menyediakan rawatan yang sebelumnya tidak dapat dilakukan karena lokasi tidak terjangkau dan kekurangan tenaga kesehatan. Kelebihan komunikasi jarak jauh yang ketiga adalah mampu meningkatkan akses ke layanan kesehatan dan peningkatan pemberian rawatan, dengan meningkatkan kenyamana dan pemenghematan waktu bagi pasien. Selanjutkan yang keempat adalah meningkatkan profesionalitas pemberi layanan kesehatan. Dan yang terakhir komunikasi jarak jauh dapat meningkatkan kualitas dalam program skrining, dan memangkas biaya layanan kesehatan.

Dalam situasi pandemic Covid 19, layanan telemedicine ini menjadi prosedur yang sangat bermanfaat bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi keluhannya, namun terkendala untuk mendatangi fasilitas kesehatan.

Klinik Utama Kucala Medical Center telah menjalankan layanan telemedicine dengan program Dokter Online Kucala, pertama kali pada saat pandemi Agustus 2021 dan berjalan hingga sekarang. Konsultasi dilakukan dengan menggunakan plattform videocall seperti Zoom,  VideocallWA atau  Google Meet, sesuai dengan keinginan pasien.

Dengan berjalannya waktu, UMY melalui program Pengabdian Kemitraan Masyarakat FKIK UMY berupaya untuk membantu meningkatkan mutu layanan telemedicine di KMC dengan memberikan bantuan berupa seperangkat komputer serta pelatihan untuk petugas admin telemedicine serta tenaga kesehatan yang terlibat dalam program ini.

Pelatihan yang diinisiasi dr Asti Widuri, MKes.SpTHT-KL., dosen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala Leher, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini diberikan oleh instruktur yang berpengalaman untuk para petugas admin yang akan mempersiapkan dan  menata jalannya konsultasi secara virtual agar berjalan dengan lancar.

Dengan perangkat yang lengkap dan petugas admin yang terampil, diharapkan layanan Dokter Online Kucala dapat berjalan secara baik dan sepenuhnya dapat membantu pasien yang membutuhkan konsultasi. (ADV)