KKN UMY Bantu UMKM di Banjarnegara Manfaatkan Teknologi Informasi untuk Berjualan

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Dusun Kecapan dan Dusun Batur, Desa Karang Kobar Kidul dan Desa Batur, Kecamatan Karangkobar dan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, membuat program bertema Pemberdayaan UMKM Berbasis IT Berdasarkan Potensi Alam Desa pada Masa Pandemi (UMKM Carica Al-Jabal dan Snaqu). - Istimewa
28 April 2021 13:42 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANJARNEGARA—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Dusun Kecapan dan Dusun Batur, Desa Karang Kobar Kidul dan Desa Batur, Kecamatan Karangkobar dan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, membuat program bertema Pemberdayaan UMKM Berbasis IT Berdasarkan Potensi Alam Desa pada Masa Pandemi (UMKM Carica Al-Jabal dan Snaqu).

KKN yang berlangsung pada  Juli-29 Agustus 2020 dan diikuti tujuh mahasiswa itu dibimbing Dr.Fadia Fitriyanti,S.H.,M.Hum.,M.Kn, dosen Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UMY.

“Tujuan KKN-PPM ini adalah agar mitra mampu melakukan pengenalan produk secara online, mampu melakukan penjualan produk dalam platform, website atau aplikasi online, dan memiliki slogan, design, logo produk sehingga lebih mudah dikenal oleh pembeli,” ujar Fadia.

Metode pelatihan dilakukan untuk memberikan solusi terhadap persoalan. Pertamam pemasaran dan produksi yang menurun hingga 50% karena dampak pandemi sehingga menyebabkan produksi kurang maksimal. Kedua, kurangnya pemanfaatan sosial media sebagai tempat untuk melakukan promosi. Ketiga, strategi pemasaran online sebagai perluasan pemasaran belum diterapkan. Keempat, dalam menghadapi masa pandemi, kelompok belum menemukan inovasi baru untuk mengenalkan produk secara lebih luas.

Program-program pelatihan dalam pengabdian masyarakat dikembangkan dengan metode yang lebih sederhana, yaitu dengan menyelenggarakan musyawarah dan diskusi santai, sehingga masyarakat tidak terlalu berat dalam menerima materi-materi pelatihan, sehingga peserta pelatihan akan memperoleh gambaran-gambaran dan strategi yang seharusnya dilakukan. Selain itu, sharing pengalaman dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi masyarakat sehingga menjadi penentu pelaksanaan kegiatan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri. Metode pelatihan dengan diskusi informal bertujuan untuk mendorong partisipasi dan perhatian peserta sehingga lebih intens.

“Untuk memastikan bahwa program-program pelatihan dapat berkelanjutan, tim KKN juga melakukan kegiatan pendampingan dengan monitor dan evaluasi secara rutin. Dalam proses pendampingan ini, tim KKN juga memberikan solusi-solusi atas hambatan yang dihadapi oleh masyarakat melalui komunikasi yang intens. Pendampingan ini dilakukan agar program dapat terlaksana dengan baik yang merupakan penerapan hasil pelatihan yang dilakukan,” kata Fadia.

KKN merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada pada UMKM. Dengan adanya kegiatan KKN ini para mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman baru dalam berbaur dengan masyarakat serta gaya hidup di masyarakat desa dalam sehari-sehari yang itu semua tidak diperoleh di dalam kelas. Dengan waktu hanya 1 bulan para mahasiswa diharapkan bisa mengembangkan potensi yang ada pada UMKM tersebut, walaupun dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada memang memerlukan waktu yang lama. (ADV)