PKM UMY Latih Manfaatkan Limbah Tempe untuk Pertanian Terpadu

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar program pelatihan pemanfaatan limbah pabrik tempe untuk pertanian terpadu di wilayah Ngebel Cilik, Sleman.
24 April 2021 21:57 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar program pelatihan pemanfaatan limbah pabrik tempe untuk pertanian terpadu. Pelatihan diikuti ibu-ibu karyawati pabrik tempe AULIA dan masyarakat umum di Ngebel Cilik, Sleman.

Ir. Agung Astuti, M.Si bersama Ir. Sarjiyah, M.S, dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian UMY selaku penanggungjawab kegiatan menyampaikan program ini digelar dengan latar belakang masalah limbah cair pabrik tempe sangat banyak dan menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan sekitar. Setelah melalui kajian akhirnya terwujud konsep pelatihan meliputi, penyuluhan dan pelatihan pembuatan POC dari limbah cair pabrik tempe, penyuluhan dan pelatihan penanaman sayuran berbasis keluarga, dan pelatihan hidroponik dengan media POC limbah tempe.

“Tim juga terus melakukan pendampingan dan monitoring selama pembuatan POC dan penanaman sayur berbasis keluarga hingga panen bisa dikonsumsi sendiri, sehingga ada kemandirian pangan terutama di masa pandemi covid ini,” katanya.

Salahsatu peserta mengaku kegiatan ini bagus, dengan dibuat POC maka limbah bisa dimanfaatkan sebagai pupuk pada tanaman dan media hidroponik, sehingga sangat bermanfaat. Masyarakat bisa mengambil limbahnya kapan saja, terus dibuat POC yang hanya perlu waktu sekitar 1-2 minggu maka sudah bisa dimanfaatkan untuk pemupukan pada tanaman, baik yg di pekarangan maupun di lahan. (ADV)