UMY Dorong Warga Dusun Ngentak Manfaatkan Pekarangan sebagai Lumbung Hidup

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Dusun Ngentak, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul mengambil tema "Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Lumbung Hidup Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga di Saat Pandemi Pada Kelompok Wanita Tani Dusun Ngentak Desa Seloharjo Pundong Bantul". - Istimewa
22 Maret 2021 15:27 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Dusun Ngentak, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul mengambil tema “Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Lumbung Hidup Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga di Saat Pandemi Pada Kelompok Wanita Tani Dusun Ngentak Desa Seloharjo Pundong Bantul”.

Kegiatan ini dilakukan dengan latar belakang adanya dampak pandemi Covid-19 yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya di desa. Pembatasan sosial dan pembatasan kegiatan masyarakat lainnya telah mempengaruhi pendapatan masyarakat yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangannya. 

Lumbung hidup pada dasarnya bukan merupakan hal baru bagi warga desa. Namun pada prakteknya hanya sedikit warga yang melakukannya. Padahal jika dikelola dengan baik, dapat mendukung ketahanan keluarga terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan. Terlebih lagi di saat pandemi dimana pasokan pangan terganggu karena pembatasan sosial dan penghasilan warga mengalami penurunan karena kegiatan perekonomian terganggu.

“Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menggalakkan lagi lumbung hidup pada warga Dusun Ngentak sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga di saat pandemi,” kata Heri Akhmadi, dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UMY yang menjadi dosen pembimbing lapangan.

Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan kegiatan surveo dan diskusi bersama Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Lindawati dan warga serta anggota tim pengabdian masyarakat dalam rangka menggali informasi dan aspirasi warga tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Kegiatan observasi dan kordinasi ini dilaksanakan pada Rabu, 30 Desember 2020.

Selanjutnya pada Kamis, 28 Januari 2021  dilaksanakan kegiatan “Pelatihan Pembuatan Bahan Tanam dan Pemanfaatan Botol Bekas untuk Tanaman Sayuran” oleh Hari Bowo dari Sewon, Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Ketua KWT Dusun Ngentak dan dihadiri oleh ibu-ibu anggota KWT Dusun Ngentak. Pada kegiatan Pelatihan Pembuatan Bahan Tanam dipaparkan mengenai bagaimana pembuatan media tanam dengan berbahan botol bekas air mineral.

Kegiatan selanjutnya adalah penanaman dan pengenalan tanaman lumbung hidup yang dilaksanakan pada hari Rabu, 3 Februaro 2021. Pada kegiatan ini dilaksanakan pengenalan tanaman dan penjelasan teknis penanaman tanaman lumbung hidup dan apotek hidup dengan menghadirkan pembicara Heri Akhmadi. Warga sangat antusias dengan kegiatan ini, setidaknya 20 orang perwakilan anggota hadir mengingat masih pandemi jadi peserta dibatasi. Pada kesempatan ini juga diserahkan bantuan bibit tanaman, media tanam dan kompos dari tim pengabdian kepada anggota KWT.

Lindawati, Ketua Kelompok Wanita Tani, mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian UMY yang kembali mengadakan kegiatan Bersama KWT dan warga Dusun Ngentak. Kegiatan ini sangat dirasakan kemanfaatannya dan diharapkan ke depan bisa bekerjasama lagi untuk kegiatan selanjutnya khususnya untuk pengembangan usahatani warga.

Suraya, Kepala Dusun Ngentak, menyampaikan sangat berterima kasih atas partisipasi UMY diwakili dalam hal ini tim pengabdian (dosen dan mahasiswa KKN) yang Kembali melakukan pengabdian dan membantu warga Dusun Ngentak dalam upaya menguatkan ketahanan pangan warga. (ADV)