UMY Latih Petani Boyolali Manfaatkan Limbah sebagai Pestisida Nabati

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Ngangrong, Gladaksari, Boyolali, Jawa Tengah, melatih masyarakat setempat memanfaatkan limbah sebagai alternatif pupuk organik dan pestisida nabati. - Istimewa
16 Maret 2021 15:32 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Ngangrong, Gladaksari, Boyolali, Jawa Tengah, melatih masyarakat setempat memanfaatkan limbah sebagai alternatif pupuk organik dan pestisida nabati.

Tim KKN yang dibimbing Gatot Supangkat, dosen Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik UMY itu mengadakan pelatihan yang diikuti 20 petani pada 6 Februari 2021.

“Tujuan kegiatan ini adalah terciptanya kondisi petani yang sejahtera berdasarkan kebutuhan pupuk dan pestisida yang dihasilkan sendiri sehingga mengurangi pengeluaran petani. Selain itu, kami ingin mengurangi limbah organik dan memanfaatkan bahan alam menjadi barang yang berguna dan memudahkan petani mencari alternatif pupuk dan pestisida disaat kebutuhan pupuk dan pestisida tidak tersedia,” ujar Gatot.

Kegiatan dimulai dengan mengadakan brainstorming ide untuk mengarahkan masyarakat kepada persepsi yang sama, kemudan diadakan pelatihan langsung didampingi para mahasiswa dan tokoh petani setempat yang kemudian dilakukan pendampingan rutin untuk mengecek hasil daripada pelatihan tersbeut. Ke depan program ini bisa menjadi acuan pemerintah setempat untuk didukung demi tercipta lingkungan petani yang sehat dan higienis tidak terlalu banyak cairan atau senyawa kimiawi

“Ibu Kades Ngagrong merasa terbantu dengan adanya pengabdai masyrakat ini karena bisa menambah wawasan petani secara langsung dan dberikan hibah alat pendukung untuk program tersebut dari UMY,” ucap Gatot. (ADV)