UMY Latih Relawan Ambulanmu PRM Nitikan dengan Skill Kegawatdaruratan & Rukti Jenazah

Pelatihan Skills Kegawatdaruratan dan Rukti Jenazah Relawan Ambulanmu Kokam PRM Nitikan di Era Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19. - Istimewa
13 Maret 2021 12:07 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sartika Puspita, dosen Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) dengan kegiatan bertema Pelatihan Skills Kegawatdaruratan dan Rukti Jenazah Relawan Ambulanmu Kokam PRM Nitikan di Era Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19.

“Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan skills petugas Ambulanmu dalam hal menangani kegawat daruratan dan rukti jenazah terlebih di era pandemi Covid-19,” kata Sartika.

Tata cara rukti Jenazah perlu diketahui semua relawan sesuai dengan tuntunan Himpunan Putusan Majelis Tarjih Muhammadiyah. Pengetahuan dan keterampilan teknik kegawatdaruratan sangat bermanfaat bagi petugas Ambulanmu saat berhadapan dengan kondisi darurat di jalan maupun kejadian di masyarakat sekitar.

Peserta pelatihan adalah 17 relawan Ambulanmu PRM Nitikan. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 11 Maret 2021 di Serambi Masjid Sulthonain Nitikan UH VI RT.40 RW.10, Sorosutan, Umbulharjo, Jogja 55162 dengan narasumber kegawatdaruratan dari PMI Kota Yogyakarta yaitu Kang Bahar yang juga sebagai anggota Kokam Jogja.

Narasumber tata cara rukti jenazah di era pandemi Covid-19 disampaikan oleh Tim Husnul Khatimah PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta yaitu Parwoto. “Pelatihan ini sangat diperlukan mengingat Ambulanmu PRM Nitikan masih sangat relatif baru yaitu mulai beroperasi pada tahun 2021,” kata Sartika.

Acara ini diinisiasi oleh Komandan Kokam PRM Nitikan: Muhammad Hernawan, Ketua Ambulanmu: Uswat Chasani, S dan Sekretaris Kokam: Saripin, S.E yang bermitra dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Materi mengenai rukti jenazah diberikan sesuai Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah yang meliputi cara memandikan jenazah, adab memandikan jenazah, teknik/cara mengkafani, cara mensholatkan dan cara mengkuburkan. Materi mengenai kegawat daruratan meliputi: pertolongan pertama pada kecelakaan di jalan sebelum ambulan PMI/119 datang, teknik skreening dan diagnosa sederhana korban kecelakaan di jalan dan kegawat darurtan lain yang sering terjadi di masyarakat misalnya: digigit hewan buas (ular) dan luka bakar. Di samping itu disampaikan sosialisasi telepon emergency YES 119 untuk kejadian kegawatdaruratan di Kota Jogja.

“Menurut mitra acara ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan skills relawan Ambulanmu dan kegiatan ini disambut antusias oleh semua relawan,” ujar Sartika. (ADV)