Keripik Pisang Ngudi Rejeki Trirenggo Makin Dikenal Berkat Polesan UMY

Tim KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membantu dan mengembangkan pemasaran produk keripik pisang Ngudi Rejeki di Desa Trirenggo, Kapenawon Bantul mulai 16 Januari/16 Februari 2021.
13 Maret 2021 02:27 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Tim KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membantu dan mengembangkan pemasaran produk keripik pisang Ngudi Rejeki di Desa Trirenggo, Kapenawon Bantul mulai 16 Januari-16 Februari 2021. Tim melakukan branding dan memanfaatkan marketplace sehingga dapat membantu memperkenalkan produk secara luas.

“Kegiatan yang dilakukan mulai memfoto produk di rumah pemilik UMKM dengan memanfaatkan properti yang ada, mengatur pencahayaan, penataan produk dan pengambilan sudut foto yang tepat. selanjutnya dilakukan editing foto dengan menggunakan software photoshop. Hasil foto produk dilakukan editing agar terlihat lebih menarik sehingga dapat meninggalkan kesan positif bagi orang yang berkunjung ke sosial media UMKM tersebut,” kata Hanifah Rahmi Fajrin, dosen Teknologi Elektro-medis/Program Vokasi UMY yang menjadi dosen pembimbing lapangan.

Dia menjelasakan usai memfoto produk, tim mendesain ulang logo lama yang sudah ada tapi kurang menarik. Halini sesuai permintaan Mitra (UMKM). Sedangkan logo baru yang didominasi oleh warna merah dan kuning. Lalu mengganti packaging, dari semula packaging plastik menjadi berbahan aluminium.

“Penggantian logo dan packaging ini ditujukan agar konsumen tidak bosan terhadap produk lama dengan penampilan seadanya. dengan adanya logo baru dan packaging baru, menjadikan tampilan produk menjadi lebih elegan dan dapat menambah daya tarik pembeli,” kata dia

Selanjutnya tim membuat akun media sosial dan market place guna membantu kelancaran proses pemasaran UMKM keripik Pisang secara online. Adanya pemasaran secara online melalui sosial media dan market place dapat mengenalkan produk UMKM ke pasar yang lebih luas seperti masyarakat yang berada di luar Yogyakarta.

“Sosial media yang dipilih yaitu Instagram sedangkan market place yaitu shopee. Disini kita membantu membuatkan akun dan mengajarkan bagaimana cara mengelolah akun tersebut, mulai dari mengupload foto, menambah caption, membalas komentar, DM,” tandasnya.

Dia menambahkan pemasaran secara online memiliki peluang besar untuk mendapatkan pasar yang lebih luas. Para pelaku UMKM diharapkan untuk terus mengembangkan potensi marketing agar lebih menarik minat konsumen dalam membeli produk UMKM tersebut

Pemilik UMKM Keripik Pisang 3D Ngudi Rejeki Rukiyanti merespons positif kegiatan ini dan termotivasi untuk menghasilkan produk berkualitas. Bahkan, sudah mampu menjalankan akun instagram dan shopee yang dibuat. (ADV)