UMY Dorong Penggunaan Teknologi & Pengembangan Desa Melalui Badan Hukum di Potorono Bantul

Program Kuliah Kerja Nyata Reguler IT Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pelakukan beberapa kegiatan untuk membangun Dusun Potorono, Banguntapan, Bantul di masa pandemi ini. - Istimewa
06 Maret 2021 22:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Program Kuliah Kerja Nyata Reguler IT Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pelakukan beberapa kegiatan untuk membangun Dusun Potorono, Banguntapan, Bantul di masa pandemi ini. Kegiatan tersebut di antaranya Sosialisasi dan Pelatihan terkait Penggunaan Teknologi dan Pengembangan Desa melalui Badan Hukum.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai dari 26 januari 2021 sampai 11 Februari 2021. Adapun kegiatan sosialisasi teknologi menggunakan aplikasi zoom dilakukan di BUMDes Pasar Potorono untuk   mempermudah komunikasi apabila mengadakan rapat atau meeting online dengan pengurus lainnya maupun pihak lain. Program ini dilaksanakan di Pasar Potorono yang diikuti oleh beberapa pengurus pasar saja.

Kelompok mengajarkan pihak pasar cara menggunakan zoom dari join hingga share screen untuk kebutuhan nanti. Setelah memberikan pengetahuan tentang zoom, kelompok KKN IT 195 yang terdiri dari tujuh anggota yang diketuai oleh Arif Aji Jati Sasongko, mahasiswa angkatan 2018 jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY melanjutkan melakukan pengaplikasian zoom tersebut untuk uji coba. Kemudian dilanjut dengan kegiatan di PKK Mertosanan Kulon yaitu pendampingan teknik vertikultur yang mana program ini diambil oleh kelompok karena banyaknya sampah plastik terutama botol bekas di PKK Mertosanan Kulon yang hanya dikumpulkan kemudian dijual. Vertikultur merupakan teknik bercocok tanam diruang/lahan sempit dengan memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat bercocok tanam yang dilakukan secara bertingkat. Model vertikultur yang kami pilih yaitu wall gardening atau memanfaatkan tembok atau dinding yang kosong.

Sebelum pendampingan pemindahan bibit sayuran kelompok KKN IT 195 melakukan penyemaian dengan mengajarkan teknik penyemaian agar benih yang ditanam tumbuh dengan maksimal. Ada dua teknik penyemaian dengan media tissue dan tanah (pot tray). Benih yang kami tanam yaitu pakcoy, bayam, kangkung, dan sawi kurang lebih disemai selama 7 hari. Setelah 7 hari benih tumbuh kemudian kelompok KKN IT 195 melakukan pendampingan dengan anggota PKK untuk membuat media tanam dengan menggunakan botol bekas. Bahan yang dibutuhkan antara lain botol bekas, solder, spidol, gunting atau cutter, dan kawat untuk mengaitkan botol satu ke botol lainnya serta untuk mengaitkan ke dinding atau tembok. Setelah pembuatan wadah untuk vertikultur pemindahan bibit dilakukan dengan perbandingan tanah sama dengan pemindahan bibit cengkeh.

Kegiatan selanjutnya yaitu Seminar Badan Hukum BUMDes, Marketing, dan Pembukuan bagi UMKM yang merupakan program bersama atau gabungan dari UMY, BUMDes Mekaringpono Potorono, dan PKK Mertosanan Kulon. Seminar dilaksanakan secara offline dan online dengan tiga pemateri yaitu pemateri yang pertama disampaikan oleh Yordan Gunawan, dosen Fakultas Hukum UMY, yang juga adalah Dosen Pembimbing Lapangan KKN ini. Yordan mengantarkan materi bertemakan “Kedudukan BUMDes sebagai Badan Hukum Yang Berperan dalam Pengembangan Desa.”

Lalu, materi kedua tentang marketing disampaikan oleh Dwi Rahmad Sholihin. Kemudian materi yang ketiga terkait pembukuan disampaikan oleh Anggung Gigih Mutawadhi. Seminar offline dilaksanakan di tempat Atik Mudawamah selaku kepala Dukuh Mertosanan Kulon diikuti oleh 10 UMKM dan seminar online menggunakan aplikasi zoom dengan jumlah peserta kurang lebih 47 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya peran BUMDes selaku Badan Hukum yang dapat menyokong perkembangan desa, mempermudah pihak UMKM dalam menjalankan bisnisnya agar mampu bersaing dengan yang lainnya serta memajukan UMKM yang berada di Desa Potorono.

Marketing merupakan kunci pokok bagi UMKM untuk mempromosikan bisnisnya, dengan tujuan produk yang dihasilkan sesuai dengan target konsumen serta dapat meningkatkan profit penjualan. Sedangkan pembukuan merupakan proses pencatatan keuangan agar UMKM lebih mudah membedakan mana uang bisnis dan uang pribadi ada beberapa aplikasi yang mudah dalam pencatatan keuangan seperti buku kas atau buku warung sehingga UMKM tidak perlu mencatat secara manual.

Kegiatan tersebut kemudian ditindaklanjuti sebagai program pokok untuk BUMDes Pasar Potorono yaitu pendampingan pembukuan dan administrasi kantor di Pasar Potorono yang mana ini dilakukan untuk mempermudah pengurus pasar dalam mencatat keuangan harian, mingguan dan bulanan menggunakan komputer ataupun laptop sehingga dapat diketahui laba rugi, neraca dari keuangan pasar tersebut.

Dengan menggunakan komputer atau laptop tentunya pihak pasar lebih ringkas dalam mencatat keuangan pengeluaran dan pemasukan. Selanjutnya dalam kegiatan penataan administrasi kantor dilakukan agar pihak pasar mudah dalam mencari data-data yang dibutuhkan dan lebih tertata dengan rapi.