UMY Dampingi UMKM Pajangan untuk Tingkatkan Produktivitas di Masa Pandemi

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendampingi UMKM dan organisasi sosial masyarakat di Dusun Krebet, Sendangsari, Pajangan, Kasihan, Bantul dan di Dusun Piring II, Murtigading. - Istimewa
06 Maret 2021 22:07 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendampingi UMKM dan organisasi sosial masyarakat di Dusun Krebet, Sendangsari, Pajangan, Kasihan, Bantul dan di Dusun Piring II, Murtigading, untuk meningkatkan produktivitas di masa pandemi dan memberikan pembekalan kepada peserta tentang aspek hukum HKI di Indonesia.

Tim KKN IT UMY Kelompok 196 yang dibimbing Yordan Gunawan, dosen Fakultas Hukum UMY mengadakan kegiatan yang melibatkan masyarakat dari Dusun Krebet, Sendangsari, Pajangan, Kasihan, Bantul dan di Dusun Piring II, Murtigading.

“Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan perekonomian mitra dan mitra dapat memahami proteksi HKI sebagai bagian dari sistem dan strategi bisnis dan mitra dapat melakukan proteksi sekaligus komersialisasi dengan menjalankan prosedur pendaftaran HKI yang benar dan efisien,” kata Yordan.

Tim KKN IT UMY Kelompok 196 yang dibimbing Yordan Gunawan, Dosen Fakultas Hukum UMY mendampingi mitra UMKM dan organisasi untuk meningkatkan produktivitas di era pandemi dengan program kerja Pelatihan HKI dan Pelatihan Pemasaran.

Pelatihan Sosialisasi Digital Marketing Dusun Krebet, Sendangsari, Pajangan, Kasihan, Bantul dan di Dusun Piring II, Murtigading disampaikan oleh Tim KKN IT 165 UMY dengan materi seputar dasar-dasar marketing dan bagaimana cara untuk memulai sebuah bisnis dengan pola digital marketing. Pelatihan ini berfungsi sebagai landasan yang sangat baik untuk jenis ide kreatif dan inovatif yang dibutuhkan untuk berhasil di abad ke-21. Program ini dilaksanakan bertujun untuk memberikan informasi  dasar mengenai sosial digital yang dapat di gunakan sebagai market place yang bisa di gunakan atau di pakai sebagai alternatif penjualan offline atau penjualan yang mengharuskan konsumen langsung datang ke toko, di masa pandemi ini sebagian besar UMKM beralih penjulannya yang dari penjualan langsung menjadi tidak langsung (penjualan melalui sosial media dan market place) sehingga pihak UMKM tetap mendapatkan pendapatan dari penjualan melalui digital marketing. Kegiatan ini dilaksanakan satu kali di minggu pertama KKN yang mana pada saat pertemuan nya pihak mitra mendapatkan materi mengenai apa itu sosial digital.

Tim KKN yang dipimpin oleh Rudi Renaldi, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Angkatan 2017 UMY ini menyempaikan mengenai 4 Strategi Dasar Digital Marketing yang Mudah Dilakukan Pebisnis Pemula dengan cara, antara lain: 1. Memanfaatkan Social Media Marketing Itu Wajib Hukumnya, 2. Mengefektifkan email, 3. Peneraparan Teknik SEO dan 4. Pemasangan iklan.

Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sangat penting bagi industri. Tidak adanya pengakuan dan perlindungan terhadap HKI menyuburkan pembajakan karya-karya intelektual orang lain. Padahal untuk melahirkan kekayaan intelektual membutuhkan waktu, tenaga dan biaya riset yang besar.

Pelatihan Hak Kekayaan Intelektual ini dibawakan oleh Yordan Gunawan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada peserta tentang aspek hukum HKI di Indonesia. Selain itu akan dipaparkan juga tentang bagaimana proteksi dan komersialisasi yang dapat diperoleh dengan mendaftarkan HKI. Manfaat yang didapatkan oleh masyarakat dari pelatihan hak paten yaitu Mengetahui dasar dan latar belakang perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI); Mengetahui perspektif internasional perlindungan HKI; Memahami fungsi dan komersialisasi HKI; Mengetahui pembidangan HKI yaitu: hak cipta, paten, merek, desain industri, rahasia dagang; Mengetahui persyaratan dan lingkup prosedur registrasi HKI di Indonesia dan internasional; Mengetahui aspek persaingan curang, penegakan dan upaya hukum apabila terjadi pelanggaran HKI; Mengetahui audit HKI & manajemen HKI; Mengetahui institusi lisensi HKI dan transfer teknologi.

Yordan yang juga adalah Dosen Pembimbing Lapangan pada KKN IT UMY ini memaparkan mengenai Prinsip-prinsip Hak atas Kekayaan Intelektual yang harus muncul dalam aturan-aturan terkait Hak atas Kekayaan Intelektual, yaitu: 1.) Prinsip ekonomi yang ada dalam HaKI, yaitu adanya hak yang bersifat ekonomi yang dapat didapat seseorang atas hasil karya intelektual yang telah diperbuatnya. Oleh karena itu, diperlukan pengukuhan hak atas karyanya tersebut, sehingga dapat dipergunakankan secara ekonomis dan tidak disalahgunakan oleh pihak lain yang tidak berhak., 2). Prinsip HaKI yang kedua adalah keadilan. Adanya peraturan terkait hak atas kekayaan intelektual memberikan suatu keadilan, berupa perlindungan yang menjamin sang pemilik memiliki hak penuh atas penggunaan hasil karyanya., 3). Prinsip ketiga adalah kebudayaan. Adanya perlindungan negara pada HaKI bertujuan untuk mendorong adanya pengembangan dari sastra, seni dan ilmu pengetahuna. Sehingga dapat meningkatkan taraf hidup, serta menghadirkan keuntungan bagi seluruh masyarakat, bangsa dan negara, 4). Prinsip terakhir adalah prinsip sosial, dimana Negara bekerja melindungi hak-hak masyarakat dan menjamin keseimbangan antar kepentingan masyarakat sebagai warga negara.

Dilihat dari program-program sebelumnya, tim pengabdi mendapatkan respon positif dari warga. Selanjutnya tim pengabdi juga memberikan penyuluhan tentang bagaimana cara melakukan pemasaran Kue Adrem Mbak Kis dan Sanggar Peni ini agar dapat diketahui masyarakat luas, serta bagaimana mempromosikan produk. Oleh karena itu, kami menindak lanjuti respon dari warga ini dengan melakukan penyuluhan pemasaran dan promosi.

Kegiatan ini dihadiri oleh warga Dusun Krebet, Sendangsari, Pajangan, Kasihan, Bantul dan di Dusun Piring II, Murtigading. Tentunya kegiatan ini kami lakukan dengan harapan agar warga mengerti bagaimana cara melakukan pemasaran yang baik terhadap suatu produk yang akan dijual.

Pelatihan ini membahas mengenai aspek - aspek dari pemasaran, mulai dari packaging suatu produk, segmentasi pasar, analisis pasar, analisis pesaing dan terakhir yaitu bagaimana cara mempromosikan produk. Selain itu, masyarakat juga sangat antusias dengan adanya penyuluhan ini. Mereka terlihat menerima materi yang di berikan oleh pembicara, karena masyarakatnya sangat susah mendapatkan pembelajaran tentang manajemen pemasaran.

Tujuan dari penyuluhan pemasaran ini, kami harapkan agar warga di Dusun Krebet, Sendangsari, Pajangan, Kasihan, Bantul dan di Dusun Piring II, Murtigading mampu memahami bagaimana melakukan pemasaran yang baik guna menunjang keberhasilan pemasaran suatu produk yang akan dijual. Tim pengabdi juga berharap masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang pemasaran sebuah produk yang sudah dibuat.

Internet menjadi pusat kegiatan banyak orang, pemasaran online digadang-gadang menjadi metode paling efektif.  Dalam menghadapi zaman modern ini, pun tim pengabdi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat Dusun Krebet, Sendangsari, Pajangan, Kasihan, Bantul dan di Dusun Piring II, Murtigading untuk mendapatkan pelatihan seputar pemanfaatan media sosial bagi perkembangan bisnis. Hal ini disampaikan oleh M. Bima Aoron Hafiz, kepada Pengelola Kue Adrem Mbak Kis, Sangar Peni, dan masyarakat. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kapasitas masyarakat untuk dapat memasarkan produk Kue Adrem dan Sanggar Peni melalui metode online, tidak hanya dengan metode offline atau dari mulut-ke-mulut. Harapannya, dengan menggunakan metode online ini yaitu meluasnya cakupan pelanggan produk Kue Adrem dan Sanggar Peni tidak hanya di daerah sekitar Bantul saja, melainkan seluruh Indonesia hingga Dunia Internasional. (ADV)