UMY Kuatkan Branding Olahan Lidah Buaya KWT Lestari Dusun Tegalsari Pakembinangun

Olahan Lidah Buaya KWT Lestari Dusun Tegalsari Pakembinangun. - Istimewa
06 Maret 2021 07:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan kegiatan pemberdayaan kelompok wanita tani Lestari melalui penguatan branding image dan digitalisasi marketing olahan lidah buaya. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Tegalsari, Desa Pakembinagun, Sleman.

“Persepsi kita jika bicara lidah buaya yang terbayang adalah shampoo. Padahal lidah buaya bisa diolah menjadi bermacam-macam produk olahan makanan dan minuman yang sehat. Hal itulah yang bisa kita temukan pada aktivitas ibu-ibu anggota KWT “Lestari” di Dukuh Tegalsari, Pakembinangun, Pakem, Sleman KWT “Lestari” sejak awal organisasi itu berdirinya yaitu tanggal 3 Juli 2019 dan saat ini di ketuai oleh ibu Sri Hartanti. Kini anggota KWT “Lestari” berjumlah 40 orang kompak dan saling bersinergi sehingga mampu memberdayakan warga secara ekonomi,” ujar dosen pembimbing lapangan Desi Susilawati, dosen D3 Akuntansi UMY.

Aktivitas utama adalah mengolah lidah buaya menjadi berbagai jenis makanan dan minuman seperti Dellya Aloe, dawet, nata de aloe, es krim, kripik, onde-onde, lumpia, teh lidah buaya dan coklat lidah buaya

KWT Lestari sebagai salah satu produsen mengalami berbagai kendala dalam produksi dan pemasaran apalagi di tengah Pandemi Covid 19 penjualan menurun karena wisatawan yang berkunjung ke Sleman berkurang yang berdampak pada pendapatan yang menurun.

Agar lebih cepat bangkit, mahasiswa KKN UMY kelompok 058 hadir untuk membantu KWT Lestari sebagai salah satu produsen olahan makanan dan camilan berbahan dasar lidah buaya berupa penguatan Branding awareness dan digitalisasi marketing yaitu pemasaran melalui media sosial untuk pengembangan usaha melalui Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM).

“Tujuan dari Pengabdian kepada masyarakatt skema KKN PPM adalah untuk mengembangkan, memberdayakan dan memasarkan produk makanan dan minuman berbahan dasar lidah buaya secara digital agar menghasilkan inovasi produk yang dapat bersaing di tengah pandemic Covid-19 serta menjawab tantangan tingginya persaingan membuat UMKM harus mampu bertahan, dengan cara meningkatkan inovasi produk dengan pengembangan keterampilan sumber daya manusia, serta perluasan area pemasaran melalui digital Marketing sejak pandemi Covid-19 melanda bangsa Indonesia, terhitung mulai awal tahun 2020 seluruh masyarakat Indonesia terdampak secara ekonomi dan yang paling terdampak adalah perekonomian keluarga,” imbuh Desi Susilawati.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi keluarga para anggota KWT Lestari. “Selaku mitra meyampaikan terima kasih kepada KKN 058 UMY beserta ibu Desi Susilawati selaku DPL karena kegiatan ini sangat bermanfaat dan sangat terbantukan dengan adanya alat vacuum sekaligus sealer serta alat sterilisasi UV membuat produk nata de aloe lebih tahan lama ,” ujar Sri Hartanti, Ketua KWT Lestari.(ADV)