Sanggar Batik Brajan Dibentuk untuk Perkenalkan Motif Batik Brajan Tamantirto

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY bertema Pengembangan Usaha Kerajinan Batik Tulis di Dusun Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul. - Istimewa
05 Maret 2021 15:27 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Aris Slamet Widodo, dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertema Pengembangan Usaha Kerajinan Batik Tulis di Dusun Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

“Tujuan PKM kali ini adalah memberikan keterampilan dasar dasar membatik tulis dan pembentukan Sanggar Batik,” ujar Aris.

Menurut dia, program besar kegiatan pengabdian ini adalah  inisiasi kampung wisata Brajan dengan penguatan pada budaya kesenian, batik traditional dan industri konveksi serta kuliner khas.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama tiga kali pertemuan, 7, 15 dan 21 Februati 2021 dihadiri 11 orang. Peserta terbatas dengan penerapan protokol kesehatan.

Aris Slamet Widodo, sebagai perwakilan LP3M UMY menyerahkan hibah seperangkat alat membatik. Kegiatan dihadiri juga Kepala Dukuh Wiji dan ketua RT 07 Margiyanto serta beberapa tokoh pembatik Dusun Drajan

Trainer dalam pelatihan ini adalah Giyanti dengan materi batik tulis tradisional dan Muh Fuad dengan materi batik lukis. Peserta  kegiatan menyepakati beberapa hal yaitu  pembentukan Sanggar Batik Brajan, perlunya inisiasi Kampung Wisata Brajan, dan motif batik Brajan Tamantirto

D iakhir pelatihan, peserta mendapatkan hibah 1 set alat membatik (kompor, wajan, canting, planggrangan, dan sertifikat serta kain sepanjang 2 meter. Trainer mendapatkan sertifikat dari LP3M UMY

Masyarakat sangat antusias dan bersemangat sekali meneruskan usaha membatik. dengan ditandai pembentukan kelompok Sanggar Batik Brajan, dengan susunan pengurus Sumiyanto sebagai penasihat, Giyanti dan Fuad sebagai pembina, dan Ernadi sebagai ketua. (ADV)