KKN-PPM UMY Dampingi Ecoprint Bangkit Hadapi Covid-19

KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata-Program Pemberdayaan Masyarakat) di Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. - Istimewa
05 Maret 2021 17:12 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi Covid-19 sekarang ini berdampak pada lesunya usaha yang dilakukan UMKM, tidak terkecuali UMKM yang bergerak di bidang ecoprint. Sebagai salah satu penyangga wisata di Kota Yogyakarta, ecoprint di Kelurahan Brontokusuman menghadapi permasalahan dan kendala yang sama dengan UMKM yang lain.

“Canthing Makaryo” merupakan kelompok pemberdayaan perempuan yang bertempat di RW 17, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, merupakan kelompok usaha ecoprint yang menghasilkan batik motif Brontokusuman dan ecoprint. Dengan adanya pandemi sekarang ini terkena dampak pada proses produksi dan pemasaran, produksi tidak sebesar kondisi normal dan pemasaran menghadapi kendala teknologi informasi.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata-Program Pemberdayaan Masyarakat) dengan melibatkan 8 mahasiswa dan dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) Muchamad Zaenuri, dosen Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMY.

Dengan dukungan program tersebut diharapkan kelompok ecoprint “Canthing Makaryo” ini mampu bangkit kembali dan keluar dari kesulitan ini.

Program kerja yang dilakukan antara lain: pemasaran produk dengan menggunakan media sosial, pembukuan keuangan menggunakan aplikasi dan manual, mencontohkan packaging produk, membuat peta lokasi pada google maps dan pembuatan logo UMKM. Program-program tersebut telah berhasil diselenggarakan dan memberikan ilmu baru bagi anggota kelompok UMKM. Untuk memberi semangat kepada kelompok ini diberikan juga kain dan peralatan untuk menunjang pembuatan ecoprint.

Disamping kegiatan yang bersifat ekonomis-produktif, program KKN-PPM ini juga mempunyai sasaran untuk kelompok sosial kemasyarakatan seperti ibu-ibu PKK dan anak-anak. Kegiatan untuk ibu-ibu PKK dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan praktek trauma healing yang juga melibatkan anak-anak. Selama kegiatan berlangsung selalu menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak hal ini juga membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid 19. (ADV)