Dosen UMY Kembangkan Amalan Hadis tentang Doa Ruqiyah Berbasis Aplikasi Digital

Pengamalan Hadis-hadis tentang Doa-doa Ruqiyah Berbasis Aplikasi Digital di Desa Sengon Karang Argomulo, Sedayu, Bantul. - Istimewa
27 Februari 2021 14:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Rohmansyah, dosen Program Studi Teknik Elektro Fakultan Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertema Pengamalan Hadis-hadis tentang Doa-doa Ruqiyah Berbasis Aplikasi  Digital di Desa Sengon Karang Argomulo, Sedayu, Bantul.

Kegiatan itu diikuti 30 warga RT10 Dusun Sengon Karang dan sekitarnya.

“Tujuan dari kegiatan ini: Pertama,  untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pemahaman agama khususnya yang terkait tentang doa-doa ruqiyah yang bersumber dari hadis nabi. Kedua, memberikan pengetahuan tentang ruqiyah yang syar'i dan tidak syar'i. Ketiga, menanamkan aspek spiritual untuk lebih dekat terhadap Allah SWT dengan banyak berdoa ketika mendapat musibah baik yang bersifat fisik maupun non fisik dan menjauhkan diri dari tindakan kesyirikan kepada selain Allah. Kelima, agar masyarakat lebih rajin salat lima waktu di rumah Allah yakni masjid sebagai tempat beribadah dan meminta pertolongan kepada-Nya,” ujar Rohmansyah.

Kegiatan dilakukan pertama kali dengan melakukan observasi ke lokasi dan melakukan interview kepada dukuh, takmir masjid dan RT setempat. Kemudian dilakukan pengambilan masalah yang ternyata sebagian masyarakat jauh dari masjid dan pemahaman agama. Karena itu, pengabdi berinisiatif untuk memberikan pemahaman agama agar mereka lebih rajin ke masjid, yaitu dengan mengangkat hadis-hadis tentang doa-doa ruqiyah agar mereka lebih dekat kepada Allah SWT. Kegiatan pengabdian dilakukan pada Sabtu, 13 Februari 2021 pada pukul 20.00 sampai selesai di masjid Nurul Jariyah Sengon karang RT 10.

Kegiatan pertama kali disampaikan dalam bentuk kajian agama yaitu dengan menyampaikan pentingnya mengetahui doa-doa ruqiyah yang didasarkan pada hadis Nabi yang sahih sehingga tidak menjadi suatu hal yang ditakutkan. Selain, menyampaikan pengetahuan tentang penggunaan aplikasi tentang hadis-hadis doa-doa ruqiyah yang bisa bisa digunakan secara offline dengan menginstall terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih mudah membaca dan mengamalkan doa-doa ruqiyah dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian melakukan praktik ruqiyah dengan mengambil satu orang untuk dijadikan sebagai pasien atau orang yang sakit. Kemudian saya sebagai pengabdi menerapkan cara-cara ruqiyah berdasarkan hadis Nabi, yaitu dengan memegang pada bagian yang sakit jika sakit jasmani dan berdoa kepada sesuai tuntunan Nabi SAW. Namun, jika sakitnya bersifat ruhani (kesurupan) maka cukup didoakan saja tanpa harus menyentuh badannya. Doa-doa ruqiyah yang dibacakan adalah surat Alfatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, kemudian dibacakan doa-doa yang lainnya.

“Masyarakat merasakan senang bahwa lokasinya dijadikan sebagai tempat kegiatan KNN mahasiswa dan dijadikan tempat pengabdian oleh dosennya. Masyarakat cukup antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh hikmat. Mereka mengatakan secara tertulis merasa puas dengan kegiatan tersebut.,” ujar Rohmansyah.

Pengamalan hadis-hadis tentang doa-doa ruqiyah berbasis aplikasi digital merupakan hal yang penting dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengamalan hadis ruqiyah sebagai perhatian terhadap hadis Nabi untuk menjauhkan umatnya dari unsur kesyirikan kepada Allah. Hadis-hadis yang disampaikan sebanyak tujuh hadis yang didalamnya mengandung doa-doa ruqiyah. Hadis-hadis tersebut dibuat dalam bentuk aplikasi digital agar memudahkan masyarakat Sengon karang khususnya untuk bisa mengakses kapan pun dan dimana pun tanpa harus online dengan syarat diinstall terlebih dahulu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan spiritual kepada masyarakat melalui pemahaman keagamaan agar mereka mereka lebih dekat dengan Rab-Nya. (ADV)