UMY Terus Kampanyekan Semangat Antikorupsi di Tengah Pandemi

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY di Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta. - Istimewa
19 Februari 2021 23:27 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Juhari Sasmito Aji, dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertema Optimalisasi Peran Organisasi Keluarga Jujur Bahagia (KJB) di Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta Saat Pandemi Covid-19.

PKM ini melibatkan 25 pegiat KJB di Kelurahan Prenggan. “Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengaktifkan kegiatan yang selama ini stagnan karena pandemi Covid-19, menyusun struktur organisasi dan tata kerja serta rencana-rencana kegiatan dengan standar protokol kesehatan di saat Pandemi Covid-19, mengadakan lomba poster dan video Tiktok bagi pelajar tingkat SMP dan SMA di Kelurahan Prenggan, serta mengadakan lomba mewarnai bertema anti korupsi, bagi siswa TK dan sederajat,” ujar Juhari.

Program ini sangat bermanfaat dan membantu KJB untuk mengaktifkan pengurus dan anggotanya, yang selama ini sempat terhenti lebih dari satu tahun akaibat Pandemi.

“Mereka selama ini juga menjadi sadar bahwa untuk tetap aktif dan melakukan kegiatannya, namun tetap harus mentaati protokol Kesehatan dengan menerapkan pesan 5 M ( memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman 1,5 - 2 meter, selalu mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas/pergerakan di masyarakat,” kata Juhari.

Setelah adanya seminar dan penyuluhan oleh hakim tipikor, KJB juga merasa menjadi sangat percaya diri untuk aktif membantu menyadarkan masyarakat untuk menghindari prilaku koruptif, serta menjadi semangat lagi untuk berkegiatan, tetapi tanpa mengurangi kehati-hatian menjaga kesehatan.

Ari Sutantriyati, Ketua Organisasi KJB, merasa sangat  terbantu dan senang sekali, karena Organisasi KJB bisa aktif kembali dengan kehadiran tim pengabdi dari UMY. Ari juga merasakan bergairah kembali untuk mengadakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi dalam rangka pencegahan dan ikut serta menyadarkan masyarakat agar menjauhi perbuatan korupsi, melalui kegiatan-kegiatan KJB yang selam sempat terhenti karena Covid 19.

Eri, salah satu relawan KJB yang juga salah seorang guru TK di Prenggan, merasa senang setelah bisa berkonsultasi dengan hakim tipikor dan tidak takut-takut lagi untuk mengelola keuangan bantuan pemerintah untuk kegiatan-kegiatan TK yang diasuhnya, karena selama ini merasa takut salah dalam mengelola keuangannya.

“Para orang tua merasa senang juga, karena anak-anak mereka bisa ikut lomba membuat poster dan video kegiatan yang bertema antikorupsi,” kata dia. (ADV)