Produk UMKM Turusan Pendoworejo Tetap Eksis di Masa Pandemi Berkat UMY

Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Pedukuhan Turusan, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo. - Istimewa
19 Februari 2021 23:57 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Pedukuhan Turusan, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, mengoptimalkan penjualan kripik pisang dan geblek.

KKN yang berlangsung pada 16 Januari - 15 Februari 2021 itu dibimbing Ulung Pribadi, dosen Politik Islam, Pascasarjana UMY. KKN melibatkan 20 pelaku UMKM kripik pisang dan geblek.

“Masyarakat, khususnya para produsen (UMKM) mitra merasa sangat terbantu dengan kehadirran KKN UMY dan tim pengabdian masyarakat dosen UMY yang berkomitmen untuk membantu UMKM agar bisa tetap eksis dan malah memperluas wilayah penjulannya. Dengan sistem pendampingan yang dilakukan oleh Tim Pengabdi UMY, sereka sangat terbantu, karena kalau ada persoalan, mereka tetap bisa berkonsultasi. Mereka berharap, kalau ada KKN dan atau pengabdian masyarakat lagi, bisa ditempatkan di pedukuhan mereka, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas lagi,” ujar Ulung.

Dalam kegiatan ini, UMY mengadakan sosialisasi tentang pentingnya menjaga mutu produksi kripik pisang dan Geblek, agar bisa dipasarkan secara lebih luas serta tentang pentingnya penggunaan media sosial untuk menawarkan dan menjual produk di masa pandemi Covid-19.

Tim KKN juga mengadakan pelatihan tentang pengemasan yang lebih bagus dan aman untuk dikirrim keluar kota,

membuat branding produk, dengan mengajari untuk membuat tampilan gambar (sticker) produk yang lebih trendi, dan milenial, mengajari membuat foto-foto prodduk unutk di tampilkan di upload di media sosial (FB, IG dan Shopee serta WAG), serta melatih untuk menerima order/pesanan produk secara online, menerima pembayaran, sampai pada proses pengiriman.

Menuk, pimpinan produsen makanan Geblek spesial, di Pedukuhan Turusan ini, serasa sangat terbantu dengan kehadiran KKN UMY, khususnya kelompok 023. Dia merasa senang, terutama karena sekarang bisa mempunyai Kemasan yang jauh lebih bagus dan higienis, dengan tampilan produk yang sangat milenial dan mudah dikenal. Sementara cara pengemasan yang dulu manual, sekarang sudah bisa menggunakan vacuum sealer (kemasan kedap udara, bisa bisa memperlama masa expired, sampe lebih dari 7 hari, sehingga bisa mengirim pesanan sampai ke luar kota, wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur.

Siti Rokayah, produsen kripik pisang, makanan kering yang menjadi andalan komoditasnya, sekarang kemasannya juga semakin trendy, dengan plastik yang lebih, sticker yang menarik, dan pengemasan yang lebih modern (dengan mesin pres) plastik, sehingga penampilan produknya lebih menarik, rapi, dan higienes. (ADV)