Advertisement
KKN UMY di Karangwuni Turi Sleman Tingkatkan Kualitas Pakan Ternak
Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Dusun Karangwuni, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Dusun Karangwuni, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, mengembangkan potensi ternak melalui teknologi tepat guna.
“Tujuan utama dari program pengabdian ini adalah memaksimalkan potensi yang ada di peternakan sapi milik Kelompok Ternak Tunas Maju dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota kelompok dan warga mengenai pengolahan pakan ternak fermentasi dan juga pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kandang atau kompos yang dapat dijual sehingga dapat meningkatkan perekonomian Dusun Karangwuni khususnya kelompok ternak tersebut. Selain itu juga menghibahkan alat teknologi tepat guna berupa mesin pencacah rumput agar mempermudah proses fermentasi pakan ternak,” kata Rinasa Agistya Anugrah, Teknologi Mesin Program Vokasi UMY, yang menjadi pembimbing KKN.
Advertisement
Sebuah teknologi tepat guna yaitu mesin pencacah rumput serbaguna dengan penggerak motor listrik dihibahkan kepada kelompok ternak Tunas Maju di Dusun Karangwuni. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses fermentasi rumput dan dapat meningkatkan kualitasnya. Selain itu mesin pencacah rumput ini merupakan produk hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis di Universitas dan dapat berguna untuk warga masyarakat. Mesin pencacah rumput ini dapat mencacah segala macam jenis rumput besar (rumput makanan sapi) dengan hasil cacahan kurang dari 5 cm.
Untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam membuat pakan ternak fermentasi maka dilakukan kegiatan penyuluhah dengan narasumber yang ahli di bidang pertanian. Narasumber memberikan materi cara pembuatan dan tahapan – tahapan yang benar dalam membuat pakan ternak fermentasi. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Kelompok Ternak Tunas Maju Dusun karangwuni. Para anggota kelompok ternak ini sangat antusias mengikuti agenda kegiatan ini. Setelah dilaksanakan penyuluhan secara teori tentang proses pembuatan fermentasi rumput untuk pakan ternak, dilanjutkan dengan pelatihan praktik pembuatan pakan fermentasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi keterampilan warga kelompok ternak dalam membuat pakan fermentasi. Warga Dusun Karangwuni juga membutuhkan penyuluhan proses pembuatan pupuk kompos diberikan oleh narasumber yang sesuai dengan bidangnya. Narasumber pada kegiatan ini adalah Dosen Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Kegiatan ini dihadiri sebagian besar dari kelompok Ternak Tunas Maju, sebagian yang lain warga masyarakat yang bukan anggota kelompok Tunas Maju. Ada sekitar 20 orang lebih yang menghadiri agenda kegiatan ini. Mereka semua sangat antusias dalam menerima materi penyuluhan pada kegiatan ini. Setelah dilakukan penyuluhan secara teori dan diberikan modul panduan pembuatan pupuk kompos/ kandang, warga diberikan penyuluhan secara praktik dan didampingi praktik langsung dalam proses pembuatan pupuk kompos tersebut. Yang terakhir penyuluhan tentang kemasan dan logo merek dagang juga diberikan pada warga agar dapat menjual produk pupuk kompos keluar dengan identitas logo dan tampilan yang baik serta menarik.
“Berdasarkan hasil pelaksanaan, dapat disimpulkan bahwa warga Kelompok Ternak Tunas Maju Dusun Karangwuni telah memiliki pemahaman betapa pentingnya pakan fermentasi untuk ternak sapi. Selain itu dengan adanya mesin pencacah rumput dapat mempermudah proses fermentasi pakan ternak. Kesadaran warga ditunjukkan dengan kemauan warga untuk membuat pakan fermentasi serta dapat mengoperasikan dan merawat mesin pencacah rumput untuk memperoleh hasil fermentasi yang bagus. Beberapa anggota kelompok ternak telah memiliki keterampilan dalam membuat pakan fermentasi dengan baik. Selain fermentasi pakan ternak, warga juga telah mampu membuat pupuk kompos/ kandang dari kotoran sapi. Kemasan produk dan logo serta merek dagang pupuk kompos juga telah dipunyai warga untuk dapat meningkatkan kualitas penjualan pupuk kandang tersebut,” ujar Rinasa.
Menurut Edi Nuryanto, Ketua Kelompok Ternak Tunas Maju, Program Pengabdian oleh UMY ini sangat bermanfaat baginya dan seluruh anggota kelompok ternak, kegiatan ini dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan serta dapat diaplikasikan secara nyata serta dapat meningkatkan kualitas pakan ternak dan juga perekonomian kedepannya karena kompos yang telah diproduksi warga dapat dijual.
“Selain itu warga kelompok Ternak Tunas Maju berterimakasih dengan dihibahkannya alat mesin pencacah rumput oleh tim pengabdian dari UMY karena dapat mempermudah dalam proses pencacahan rumput yang siap lakukan proses fermentasi,” ujar Edi. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- UMY Bantu Warga Dusun Sonyo Pahami Pentingnya Komunikasi Bencana
- UMY Kolaborasi dengan PDM Bantul Kembangkan Agribisnis Singkong
- LP3M UMY Bersama DLH Bantul Wujudkan Kampung Ramah Lingkungan
- UMKM dan PKK di Dusun Ngebel Dilatih Manajemen Organisasi
- KKN REG IT 120 UMY Bantu Digital Marketing UMKM di Bantul
Advertisement
Advertisement
Dari Obrolan Santai Lahir Lagu Emosional Wijaya 80 dan Sal Priadi
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








