Dosen UMY Dampingi Pengembangan Tata Kelola Perpustakaan

Logo UMY.
04 Januari 2021 04:27 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dosen Program Profesi Insinyur Gatot Supangkat memberikan pendampingan untuk pengembangan tata Kelola perpustakaan di sekolah Muhammadiyah di Indonesia. Kegiatan itu digelar dalam bentuk webinar.

Dosen UMY Gatot Supangkat  menjelaskan webinar diikuti oleh 211 orang pustakawan dari sekolah SMA/SMK/Madrasah, SD, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah seluruh Indonesia. Antusias peserta terhadap materi yang diberikan cukup tinggi, hal ini ditunjukkan dengan respon peserta saat pelaksanaan webinar tidak kurang dari 40 % peserta aktif tiap harinya. Webinar selama tiga hari dengan narasumber Drs. Lasa Hs, M.Si. (Pustakawan Utama/Prof. Perpustakaan) Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Abdul Wahid Aziz-Ketua Asosiasi Tenaga Perpustakaan Indonesia (ATPUSI) DIY.

“Webinar ini juga memberikan medium untuk sharing pengalaman pengelolaan perpustakaan sekolah yang telah diterapkan selama ini. Hal lain yang menguatkan keberhasilan webinar yakni semua peserta menghendaki adanya tindak lanjut dari kegiatan webinar yang berupa pendampingan teknis langsung atau secara luring. Semuanya sepakat bahwa pengembangan perpustakaan dengan perhatian utama Tata Kelola Perpustakaan menjadi hal yang penting, mengingat dalam akreditasi merupakan komponen penilaian dengan proporsi paling besar,” terangnya.

Ia menambahkan program ini juga dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY di beberapa sekolah Muhammadiyah wilayah Kabupaten Kulonprogo, DIY dengan tema “Muhammadiyah Mengajar”. Implementasi program ini dalam bentuk kegiatan seminar secara daring denga tema “Kepustakawanan dan Gerakan Literasi Sekolah”.  

Arda Putri Winata, M.A. (Pustakawan Teladan Tingkat Nasional) dari Perpustakaan UMY dihadirkan sebagai narasumber yang sangat kompeten dalam bidang perpustakaan. Webinar ini diikuti sebanyak 33 orang peserta, yang terdiri dari guru, petugas perpustakaan sekolah, dan mahasiswa KKN sebagai pendamping.

Beberapa poin tanggapan mengenai seminar kepustakawanan dan Gerakan literasi sekolah secara umum menganggap memiliki nilai manfaat mengenai pengelolaan dan pemberdayaan perpustakaan di sekolah. Hal tersebut ditandai dengan terjawabnya kendala yang terdapat pada perpustakaan di masing-masing sekolah. Pengelolaan dan desain perpustakaan menjadi gambaran baik bagi kami mahasiswa dan mitra sekolah dalam menciptakan lingkungan yang menarik bagi peserta didik.

“Antusiasme peserta cukup tinggi mengingat di SD tersebut perpustakaan belum dikelola secara profesional sehingga banyak hal didiskusikan via zoom. Diskusi ini juga berlanjut setelah webinar berakhir melalui kontak wa dengan Ibu Arda secara langsung terkait pengelolaan perpustakaan sekolah oleh pengelola perpustakaan tersebut,” katanya.