Lansia Sehat, Mandiri dan Produktif dengan Toga Jakulawak di Gamping Sleman

Lansia Sehat, Mandiri dan Produktif dengan Toga Jakulawak di Gamping Sleman
30 Desember 2020 10:57 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan pendampingan kepaada masyarakat Gamping Sleman untuk meningkatkan kemampuan menanam Jahe, Kunyit dan Temulawak (Jakulawak) hingga mengolah hasilnya.

Dosen Biokimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY Yoni Astuti menjelaskan  program yang dapat meningkatkan kesehatan lansia adalah memberikan aktivitas lansia agar selalu berbahagia, bersosialisasi dan berkarya atau produktif. Pihaknya telah melakukan survei pada sebagian pre lansia dan lansia di Patukan, Gamping, Sleman, mereka sudah banyak berbincang dan bersantai di tetangga sekitar pukul 09.00 WIB.

Kebiasaan ini dapat berakibat buruk bagi lansia karena akan dapat mengalami kejenuhan, kebosanan yang berdampak pada stres, jiwa tertekan sehingga kesehatan jasmani dan rohaninya dapat terganggu serta kualitas hidupnya menjadi turun. “Kegiatan yang bermanfaat diperlukan untuk mengisi waktu luang mereka. Aktivitas yang bermanfaat untuk lansia misalnya bertanam. Penduduk Patukan masih banyak memiliki halaman rumah meskipun ada yang halamannya terbatas. Bertanam di Patukan sangat mudah dilaksanakan karena tanah masih cukup banyak, pupuk dari daun – daun yang kering juga masih banyak,” katanya kepada Harianjogja.

Adapun jenis tanaman yang bermanfaat dan tidak membutuhkan perawatan yang berat serta berguna untuk kesehatan adalah kelompok tanaman obat keluarga (TOGA). Tanaman obat tradisional dimanfaatkan dan dibuktikan oleh banmeningkatkan kesehatan dan juga mampu sebagai obat berbagai penyakit yak masyarakat berguna untuk. Penggunaan tanaman obat secara tradisional semakin disukai karena efek samping yang rendah, efek yang saling mendukung dengan obat tradisional lain, serta lebih sesuai untuk berbagai penyakit metabolik dan degeneratif. Selain itu, obat tradisional dapat diperoleh, diramu dan ditanam sendiri tanpa tenaga medis ataupun keahlian tertentu.

Ia menambahkan pemanfaatan tanaman obat perlu digalakkan guna meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan. Selain itu, TOGA juga bermanfaat untuk memperbaiki gizi keluarga dan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat. Terdapat banyak jenis tanaman obat keluarga, namun yang penting untuk kesehatan lansia adalah Jahe, Kunyit dan Temulawak (JAKULAWAK).

Ia menambahkan lansia membutuhkan makanan bergizi dan tambahan asupan mineral yang tinggi manfaatnya untuk kesehatan, terutama untuk mencegah infeksi dan meningkatkan kebugaran lansia. Selain itu lansia juga perlu mengetahui dan menyediakan sendiri jakulawak karena sangat mudah membuatnya sebagai jamu instan agar awet dan tahan lama.

“Kegiatan pengabdian kemitraan dalam rangka meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam bertanam jakulawak dan mengolah hasilnya menjadi minuman instan bubuk telah dilakukan dengan baik serta penuh antusias diikuti oleh mitra yaitu keluarga yang memiliki lansia serta lansia itu sendiri. Terdapat peningkatan pengetahuan mitra pada kegiatan ini. Kegiatan ini menginisiasi lansia dan masyarakat umumnya di daerah Gamping untuk meningkatkan kesehatan melalui bertanam jakulawak dan memanfaatkan hasilnya,” katanya.