UMY Lakukan Kalibrasi, Perbaikan dan Perawatan Alkes di Puskesmas Piyungan

Perawatan Alkes di Puskesmas Piyungan. - ist.
30 Desember 2020 08:57 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui program pengabdian masyarakat dengan skema kemitraan masyarakat memberikan pendampingan di Puskesmas Piyungan, Bantul. Pendampingan ini dilakukan untuk melakukan kalibrasi, perbaikan dan perawatan alat Kesehatan (Alkes).

Dosen Teknologi Elektromedis/ Program Vokasi UMY Meilia Safitri menjelaskan secara khusus pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelayanan berupa kalibrasi, perbaikan, dan perawatan peralatan kesehatan sebagai upaya dalam peningkatan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Pemeliharan alkes dinilai sangat penting untuk keberlanjutan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Melalui pemeliharaan, maka akan terlaksananya pemeliharaan peralatan medis sesuai persyaratan mutu. Sehingga dapat tercapainya kondisi peralatan medis yang selalu dalam kondisi laik pakai dan dapat difungsikan dengan baik,” katanya kepada Harian Jogja.

Manfaat lain dari pentingnya pemeliharaan antara lain, keselamatan manusia dan lingkungan, usia pakai peralatan Kesehatan menjadi  lebih Panjang dan terselenggaranya kegiatan pelayanan medis yang bermutu.

Secara spesifik sistem pemeliharaan peralatan medik bisa dilaksanakan oleh pemakai, caranya dengan menggunakan peralatan dengan cara benar dan aman. “Kemudian memelihara peralatan yang digunakan pada saat penggunaan dan melakukan pembersihan, perapian dan penyimpanan pada saat selesai penggunaan,” katanya.

Adapun pemeliharaan yang dilakukan rumah sakit dapat dilakukan dengan maintenance rutin harian, inspeksi periodik, perbaikkan terencana sebagai hasil inspeksi, analisa kerusakan dan kalibrasi internal.

“Tetapi ada juga alkes yang perbaikannya harus dilakukan vendor, seperti pekerjaan yang memerlukan suku cadang yang tidak tersedia di gudang atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus serta peralatan yang mempunyai teknologi yang belum dikuasai oleh teknisi rumah sakit serta biaya yang besar,” ucapnya.