UMY Beri Edukasi soal Produksi Batik Pewarna Alami

Batik dengan pewarnaan alami. - Ist
30 Desember 2020 19:37 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Sebuah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan edukasi kepada perajin batik di Tegal Panggung Jogja tentang pewarnaan alami.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Sudarisman selaku Dosen Teknik Mesin UMY ini dilaksanakan mulai 1 Maret hingga 1 Agustus 2020.

Dalam rilisnya, Sudarisman menyampaikan bahwa seni pewarnaan alami sudah dilakukan para perajin sejak kain batik ditemukan. Menurutnya, pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi khazanah kebudayaan batik tentang pewarnaan alami sebelum ditemukan pewarna kimia.

“Pewarnaan alami menggunakan indigofera, jolawe, tinggi, akasia menghasilkan warna-warna alam dengan tone pastel,” tuturnya.

Ia menjelaskan batik merupakan warisan budaya Indonesia yang diakui oleh Unesco dan selalu diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Batik merupakan proses perintangan warna menggunakan lilin, yang memiliki motif dekorasi batik yang khas.

Program yang dilaksanakan bersama pegiat pewarna alam yaitu Saiful Bachri ini mampu mengedukasi bahwa proses pewarnaan pada batik harus melalui beberapa tahap. Setelah kain mori dilukis menggunakan lilin, kemudian dicelupkan dalam larutan warna, lalu dilakukan proses pemanasan untuk menghilangkan lilin dari kain.

“Proses inilah yang perlu diketahui masyarakat untuk semakin menghargai kain batik. Sehingga para perajin batik mampu bertahan dari serbuan kain-kain printing bermotif batik yang diproduksi oleh industri-industri tekstil besar. Karena sejatinya kain printing tersebut belum bisa disebut kain batik,” tuturnya.