Lewat Program Pengabdian Masyarakat, UMY Bantu Perbaiki Jalan Rusak di Perkampungan

Hasil perbaikan jalan yang dikerjakan tim pengabdian UMY/Ist
29 Desember 2020 23:07 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Buruknya kondisi salah satu ruas jalan yang ada di dekat kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendorong tim pengabdian masyarakat kampus tersebut turun tangan melakukan perbaikan.

Tim pengabdian masyarakat yang melibatkan As'at Pujianto selaku dosen pada Program Profesi Insinyur, Fakultas Teknik UMY ini terlibat dalam kegiatan pengerasan jalan beton untuk jalan tembus menuju Masjid Al-Jannah di Dusun Kembang, Desa Tamantirto, Kasihan Bantul.

Melalui pengabdian masyarakat berskema Program Kemitraan Masyarakat (PKM), kegiatan ini bertujuan membantu membuat perkerasan beton pada jalan sehingga tidak licin dan berdebu.

"Selama ini jalan menuju masjid dari arah selatan melewati halaman-halaman warga. Namun dengan berkembangnya daerah yang semula berupa halaman dipergunakan untuk tempat bangunan, sehingga jalan menuju masjid dialihkan. Kondisi jalan saat berupa jalan tanah, jika musim hujan kadang-kadang becek, dan pada saat musim kemarau berdebu," kata As'at Pujianto.

Itu sebabnya kata dia, pengerasan jalan tersebut bakal bermanfaat bagi masyarakat selain bisa berbagi pengetahuan teknis atau transfer teknologi tentang pembangunan jalan. "Keterampilan masyarakat dalam hal pelaksanaan pembuatan beton relatif sangat minim terutama keterampilannya, sehingga dibutuhkan treatment khusus," kata dia.

Lewat kegiatan pengabdian masyarakat tim membantu membuat perkerasan jalan beton. Jalan yang dibutuhkan yaitu Seluas 132 meter persegi. Pembangunan jalan beton untuk jalan tembus ini dibuat dengan konstruksi tanpa lapis pondasi agregat, dengan beton kurus dan beton yang mempunyai mutu K175 atau setara dengan fc’ = 17,5 MPa, berdasarkan perbandingan Volume untuk Semen : Pasir : Koral sebesar 1 : 2 : 3.

Beton kurus berfungsi sebagai lantai kerja dan dapat diganti dengan bahan lain yang berfungsi sama, seperti plastik.

Secara garis besar dalam melaksanakan program ini dibutuhkan persiapan, koordinasi dengan warga, pelatihan cara membuat perkerasan jalan beton, pembelian material, peminjaman peralatan, pengecoran, dan pemeliharaan.