Dosen UMY Sosialisasi Kesehatan Reproduksi untuk Kader dan Pengurus Aisyiyah

Kegiatan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi kepada kader dan pengurus Nasyiatul Aisyiyah Kecamatan Ngawen, Klaten. - Ist.
29 Desember 2020 00:57 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Yunita Furi Aristyasari melakukan pengabdian masyarakat dengan memberi pendampingan dan sosialisasi tentang Kesehatan reproduksi kepada kader dan pengurus Nasyiatul Aisyiyah Kecamatan Ngawen, Klaten. Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman terkait Kesehatan reproduksi.

Yunita Furi Aristyasari menjelaskan kesehatan reproduksi adalah keadaan yang menunjukkan kondisi kesehatan fisik, mental, dan sosial seseorang dihubungkan dengan fungsi dan proses reproduksinya termasuk di dalamnya tidak memiliki penyakit atau kelainan yang mempengaruhi kegiatan reproduksi tersebut.

“Reproduksi perempuan lebih rentan dalam menghadapi risiko kesehatan reproduksi dibandingkan laki-laki, seperti kehamilan, melahirkan, aborsi yang tidak aman, dan pemakaian alat kontrasepsi. Hal ini dikarenakan struktur alat reproduksi perempuan lebih rentan secara sosial maupun fisik terhadap penularan Infeksi Menular Seksual, termasuk penyakit HIV/AIDS,” katanya kepada Harianjogja.com.

Kepada para peserta pihaknya memberikan sejumlah tips dalam menjaga kesehatan reproduksi. Antara lain membersihkan organ intim dengan benar, konsumsi makanan sehat, mengelola stress, menjaga berat badan dan istirahat yang cukup.

“Jika merasa stres, coba lakukan relaksasi atau hal-hal yang membuat senang seperti jalan-jalan, olahraga, pijatan, atau yoga. Istirahat harus cukup, orang dewasa, baik pria maupun wanita, membutuhkan waktu tidur selama 7-9 jam setiap malamnya,” ujarnya.

Ia menambahkan menjaga kesehatan reproduksi bagi seorang wanita selain sebagai anjuran untuk menghindarkan diri dari berbagai penyakit yang mematikan, juga bertujuan agar kehidupan seorang wanita menjadi lebih Bahagia dan dapat menjalankan perannya sebagai seorang istri dan ibu menjadi optimal.

“Selain karena merupakan anjuran dari sisi medis, menjaga kesehatan reproduksi sendiri merupakan bagian hikmah dan kebaikan yang secara tidak langsung terdapat dalam syariat agama Islam. Di antara beberapa syariat Islam itu adalah perintah untuk bersuci, memperhatikan aturan-aturan berpakaian bagi Muslimah, dan menghindarkan diri perzinahan dengan menikah,” ucapnya.