Program KKN PPM UMY Beri Pelatihan Warga Jlarem Mengolah Susu Sapi Murni Jadi Stick Susu

Produk stik susu hasil Program KKN-PPM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Desa Jlarem, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. - Ist/dok UMY
29 Desember 2020 22:57 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Desa Jlarem, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan dengan tema Pengolahan Susu Sapi Murni Menjadi Stick Susu.

Program utama adalah membuat produk stik susu di dusun Kebondowo dengan tujuan menciptakan UMKM baru di daerah dukuh Kebondowo. Susu sapi murni yang semula hanya disetorkan kepada pengepul diolah menjadi suatu produk yang lebih menghasilkan yakni pembuatan produk makanan ringan (stik susu).

Sehingga, warga yang semula hanya bermata pencaharian sebagai petani dan pemasok susu sapi murni, dengan munculnya UMKM tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga di dukuh Kebondowo.

"Keterbatasan pengetahuan warga tentang bagaimana cara pengolahan susu segar dan pekerjaan mereka yang mayoritas juga bekerja sebagai buruh pabrik membuat mereka kurang berinovasi dalam pengolahan susu murni tersebut," jelas dosen pengampu kegiatan tersebut, Yordan Gunawan, dalam rilisnya, Selasa (29/12/2020).

Stik susu merupakan sebuah inovasi baru. Stik susu yang berbahan baku dari susu sapi murni ini merupakan sebuah olahan yang menjadi makanan ringan atau camilan yang enak dan sehat. Bahan - bahan yang dibuat berbahan protein tinggi, yakni dari susu sapi segar, tepung terigu berjenis cakra yang tentunya juga memiliki kandungan protein yang tinggi.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan nilai ekonomi dari susu sapi segar dan lebih lanjut diharapkan mampu menjadi makanan khas dari dukuh Kebondowo. Program pembuatan stik susu ini dilakukan dalam waktu tiga minggu.

Pada minggu pertama mereka melakukan sosialisasi atau penyuluhan bagaimana proses pembuatan stik susu. Pada minggu kedua diberikan penyuluhan bagaimana cara memasarkan suatu produk yang baik sehingga konsumen tertarik untuk membeli produk yang dibuat.

Lalu pada minggu ketiga, mereka melakukan pendampingan pada warga dalam proses pembuatan stik susu di beberapa rumah warga. "Di sana kami membantu dan menjelaskan kembali bagaimana proses - proses pembuatan stik susu kepada warga apabila mereka belum terlalu mengerti mengenai proses pembuatan stik susu itu sendiri," paparnya.

Dilihat dari penyuluhan mengenai stik susu, pihaknya mendapatkan respon positif dari warga dukuh Kebondowo. Selanjutnya timnya juga memberikan penyuluhan tentang bagaimana cara melakukan pemasaran produk stik susu ini agar dapat diketahui masyarakat luas, serta bagaimana mempromosikan produk.

"Oleh karena itu, kami menindak lanjuti respon dari warga ini dengan melakukan penyuluhan pemasaran," tambahnya.

Penyuluhan pemasaran ini dilakukan pada minggu ketiga tepatnya pada tanggal 25 Januari 2020 pukul 13.00 WIB bertempat di Balai Desa Jlarem. Kegiatan ini dihadiri oleh warga Dukuh Kebondowo dan Dukuh Semirat. Kegiatan ini dilakukan dengan harapan agar warga mengerti bagaimana cara melakukan pemasaran yang baik terhadap suatu produk yang akan dijual.

Untuk mendukung kegiatan ini, pelaksana pengabdian masyarakat ini, Yordan Gunawan juga menyampaikan materi tentang pemasaran. Yordan memaparkan mengenai aspek - aspek dari pemasaran, mulai dari packaging suatu produk, segmentasi pasar, analisis pasar, analisis pesaing dan terakhir yaitu bagaimana cara mempromosikan produk.

Pada kesempatan itu, ada beberapa warga yang bertanya mengenai bagaimana cara pengawetan suatu produk, apa saja syarat pembuatan BPOM, dan lain sebagainya.

"Bapak Teguh selaku Kepala Desa sangat mendukung dengan diadakannya kegiatan penyuluhan pemasaran ini, beliau juga berharap agar masyarakatnya bisa menerima materi apa yang disampaikan. Selain itu, masyarakat juga sangat antusias dengan adanya penyuluhan ini. Mereka terlihat menerima materi yang di berikan oleh pembicara, karena masyarakatnya sangat susah mendapatkan pembelajaran tentang manajemen pemasaran," jelasnya.

Adapun hambatannya yaitu cuaca pada saat itu kurang mendukung dikarenakan hujan yang membuat masyarakat terlambat untuk datang, hingga beberapa acara memang harus mengalami pengunduran waktu. (ADV)