UMY Tingkatkan Pemahaman Kader Pashmina tentang Kesehatan Reproduksi

Peningkatan Teknik Komunikasi dan Konseling untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah. - Istimewa
26 November 2020 10:47 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Aswad Ishak, dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) dengan kegiatan bertema Peningkatan Teknik Komunikasi dan Konseling untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah.

Kegiatan ini berlangsung di Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Bantul pada 31 Oktober 2020 dan diikuti 12 kader Pashmina.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan komunikasi konseling dalam rangka meningkatan kualitas pelayanan remaja sehat,” kata Aswad melalui keterangan tertulis.

Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan kader dalam memahami stakeholder kunci dalam kesehatan reproduksi (kespro) remaja.

“Kader Pashmina ikut serta dalam rangkaian FGD dengan kader, remaja (siswa), orang tua, guru sekolah dalam upaya mendalami informasi mengenai kespro diketahui dan dipahami oleh remaja. Setelah mendapatkan gambaran tentang bagaimana remaja memahami kespro, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan komunikasi bagi para kader. Dengan pelatihan teknik komunikasi diharapkan para kader dapat lebih terampil dalam berkomunikasi dengan para remaja pada saat melaksanakan kegiatan konseling,” ujar Aswad.

Menurut dia, kegiatan ini memberikan bekal yang cukup bagi kader Pashmina untuk menjalankan tugas konsultasi. Kegiatan lanjutan untuk lebih meningkatkan kemampuan kader dalam berkomunikasi dapat dilakukan.

Kegiatan ini juga sangat membantu para kader dalam lebih percaya diri melaksanakan konsultasi dengan para remaja.

“Melalui pemahaman yang baik tentang seluk beluk kespro, dapat diperoleh kejelasan seperti apa remaja dan lingkungannya memandang persoalan kespro. Dengan bekal pengetahuan tersebut dapat disusun cara berkomunikasi yang tepat sesuai keadaan remaja,” kata Aswad. (ADV)