UMY Tingkatkan Penjualan Sop Ayam Kampung Omah Sawah

Sop Ayam Omah Sawah. - Istimewa
21 November 2020 15:12 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Muhammad Miftahun Nadzir, dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertema Peningkatan Penjualan Sop Ayam Kampung Omah Sawah Melalui Digital Marketing dan Perbaikan Aspek Produksi.

PKM di Sop Ayam Kampung Omah Sawah Patukan, Ambarketawan, Gamping, Sleman, ini bertujuan meningkatkan penjualan dengan digital marketing dan perbaikan aspek produksi

Kegiatan dimulai dengan melakukan identifikasi masalah yang dihadapi oleh mitra. kemudian, pengusul menemukan bahwa penjual mengalami kesulitan dalam meningkatkan penjualan dikarenakan kurangnya promosi dan brand visibility di masyarakat.

“Padahal, dari segi kualitas rasa maupun tampilan, produk makanan di warung ini sudah mumpuni. Selain itu, masih sederhananya penataan warung membuat daya tarik warung tersebut menjadi kurang diminati. Akhirnya pengusul memberikan solusi dengan memperkuat aspek pemasaran dengan digital marketing melalui edukasi penggunaan sosial media (instagram) dan marketplace (gojek),” ujar Muhammad.

Untuk mendukung hal tersebut, pengusul juga telah memberikan bantuan perangkat smartphone yang memadai guna memaksimalkan aktivitas digital marketing. Untuk aspek produksi, pengusul juga memberikan masukan terkait dengan.penataan lay-out dan juga memberikan dukungan pendanaan untuk perbaikan warung.

Program Pengabdian PKM ini secara nyata telah membantu masyarakat dalam menghadapi persoalan di bidang bisnis dengan tidak hanya memberikan bantuan materiil namun juga immateriil berupa edukasi tentang aspek pemasaran dan produksi agar mampu menjadi bisnis yang sustainable dimasa mendatang. Dampak dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh pemilik bisnis namun juga masyarakat sekitar yaitu dengan adanya destinasi kuliner yang berkualitas namun juga terjangkau,” ujar Muhammad.

Iwan, pemilik warung sangat menyambut baik kegiatan pengabdian ini, karena sebelum adanya pendampingan beliau sangat kebingungan untuk memaksimalkan penjualanya. Tentunya, dengan adanya perbaikan yang dilakukan di aspek pemasaran dan produksi, respon masyarakat untuk mendatangi warung meningkat dan bahkan menjadi destinasi kuliner favorit. (ADV)