UMY Tingkatkan Kesadaran Remaja Bangunjiwo Akan Pentingnya Kesehatan Jiwa

Penyuluhan tentang pentingnya kesehatan jiwa yang diadakan UMY. - Istimew
21 November 2020 12:07 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Imaniar Ranti, dosen Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) menginisiasi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tema tentang deteksi dini dan pencegahan gangguan depresi pada remaja.

PKM di Karangjati, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, pada 1 November 2020 ini diikuti 45 anggota organisasi remaja Karangjati.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran pada remaja akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa dan melakukan deteksi dini adanya gangguan depresi pada remaja,” ujar Imaniar Ranti.

Menurutnya, tema ini sangat penting diberikan untuk meningkatkan kesadaran bagi para remaja agar bisa menjaga kesehatan jiwa selain kesehatan secara fisik, hal ini dikarenakan pada usia remaja akan terjadi perubahan fisik, psikologis, kognitif, dan sosial. Apabila seorang remaja tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut maka bisa mengakibatkan perubahan perilaku, stres yang berlebihan, serta kerap kali menimbulkan gangguan jiwa seperti depresi, penyalahgunaan napza, dan lainnya.

Adapun sasaran kegiatan tersebut adalah Organisasi Remaja Karangjati (Osaka) yang diketuai oleh Lingga. Dalam kegiatan tersebut, Imaniar Ranti dan kedua rekannya Arif Arif Rizqi, dan Hidayatul Kurniawati menyampaikan tiga materi penyuluhan yang berjudul “Menjadi Remaja yang Sehat Jiwa dan Raga”, “Manajemen Stres” dan “Stop Penyalahgunaan NAPZA” yang diunggah melalui kanal Youtube, dilanjutkan dengan diskusi melalui WA group. Kegiatan itu mendapatkan respon yang sangat baik dari para remaja. Mereka antusias dalam mengerjakan quiz yang diberikan di awal dan di akhir kegiatan, mengisi lembar penilaian diri untuk deteksi dini gangguan depresi, serta banyak sekali pertanyaan yang disampaikan dalam forum diskusi tersebut.

“Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang harus diperhatikan dan mendapatkan pendampingan agar bisa bertumbuh menjadi generasi yang tangguh dan kreatifm” ujar Imaniar Ranti. (ADV)