UMY Tingkatkan Perekonomian Aktivis ‘Aisyiyah Lewat Kain Ecoprint

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY di Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) Tamantirto Tengah, Kasihan Bantul, 15 Maret 2020. - Istimewa
21 November 2020 07:47 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Akif Khilmiyah, dosen Psikologi Pendidikan Islam (PPI) Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberdayakan ekonomi aktivis ‘Aisyiyah melalui pelatihan ecoprint ramah lingkungan.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini berlangsung di Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Tamantirto Tengah, Kasihan Bantul, 15 Maret 2020, dan diikuti 20 aktivis ‘Aisyiyah di Brajan, Tamantirto.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan membuat batik ecoprint,” ujar Akif.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi pengenalan macam-macam daun dan bunga yang bisa dimanfaatkan untuk membuat batik ecoprint. Kemudian, dilanjutkan dengan bimbingan teknis sejak mordan kain, pencelupan di pewarna, menempel daun dan bunga, menginjak-injaknya, kemunggulungnya, mengkukusn. Terakhir adalah pendampingan pemasaran melalui komunitas kegiatan pengajian, arisan dan PKK serta lewat media sosial

Menurut Akif, terjadi perubahan kesadaran dan kepedulian msyarakat dalam mengembangkan potensi alam yang ada di lingkungannya sebesar 90%. Bimbingan Teknis yang diberikan kepada aktivis ‘Aisyiyah dapat meningkatkan 85% keterampilan dalam membuat batik ecoprint yang layak jual dengan memanfaatkan bahan alami yang ramah lingkungan dan menggunakan desain yang menarik dan pewarnaan yang alami. Sementara, pendampingan  cara memasarkan produk batik ecoprint ini ke konsumen yang ada di lingkungannya 90% berhasil menjual semua produk yang diciptakan oleh anggota ‘Aisyiyah lewat pengajian dan kegiatan PKK di desa, sehingga menghasilkan keuntungan secara finansial.

“Saya sangat senang bisa membuat batik ecoprint ini dan bisa membuat ibu ibu aktivis Aisyiyah semakin peduli pemanfaatan bahan alam yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pembuatan batik ecoprint yang ramah alam,” kata Ketua PRA Tamantirto Tengah, Umi Kulsum. (ADV)