PPDM UMY Berdayakan Wanita di Dlingo Melalui Pelatihan Ecoprint

Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) bertema Shero (She is A Hero): Pemberdayaan Wanita Melalui Pelatihan Ecoprint untuk Mencetak Pengusaha di Kecamatan Dlingo, Bantul. - Istimewa
11 November 2020 16:22 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Puthut Ardianto, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) dengan kegiatan bertema Shero (She is A Hero): Pemberdayaan Wanita Melalui Pelatihan Ecoprint untuk Mencetak Pengusaha di Kecamatan Dlingo, Bantul.

Kegiatan ini berlangsung pada Februari - Juli 2020 dan diikuti 22 orang dengan tujuan mencetak wanita pengusaha serta memberi keterampilan usaha

Kegiatan ini terbagi menjadi 6 (enam) pertemuan. Pertemuan ke-1, peserta diberikan pelatihan mengenai tata cara scouring dan mordanting, lalu setelah itu diberi pengalaman untuk melakukan ecoprint bersama. Untuk tugas di rumah, peserta diberikan PR untuk mengerjakan sesi scouring dan mordanting sendiri secara kelompok. Setelah 1 (satu) minggu, peserta akan ngeprint bersama lagi dengan hasil kain yang sudah mereka treatment sendiri. Di minggu ke-2, peserta diajarkan cara untuk mengekstraksi kayu-kayu pewarna menjadi cairan warna alam. Hal ini dilakukan selama 2 jam dan didiamkan selama 1 hari 1 malam. baru pada pertemuan ke-3, peserta  mencetak dengan menggunakan kain dan hasil pewarna alam mereka sendiri. Pada pertemuan selanjutnya, peserta diberikan waktu untuk mengasah kreatifitas dalam penataan daun-daun di atas kain.

“Dalam pelaksanaannya, pengabdian yang telah terlaksana selama 6 (enam) kali pertemuuan ini baik online maupun offline telah mampu menghasilkan produk ecoprint berupa scarf dan kain Panjang. Selain itu, program pengabdian ini juga telah mampu membuat para peserta memiliki keyakinan (belief) bahwa mereka bisa memproduksi suatu produk dengan nilai jual yang tinggi. Ditambah lagi, pelatihan ini menjadikan peserta semakin memiliki self awareness terhadap kondisi lingkungan sekitar mereka. Hal ini terwujud dari kebiasaan baru yaitu menanam pohon-pohon yang ecoprintable,” kata Puthut.

Koniah, salah satu peserta pelatihan mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mereka karena selain ilmu baru, mereka juga mendapatkan keterampilan yang bisa mendukung pendapatan keluarga mereka. (ADV)